Follow detikFinance Follow Linkedin
Jumat, 20 Apr 2018 07:56 WIB

Cara Berinvestasi dan Memilih Reksa Dana untuk Pemula

ellen - detikFinance
Pengamat Pasar Saham Ellen May. Foto: Istimewa Pengamat Pasar Saham Ellen May. Foto: Istimewa
Jakarta - Pernahkah Anda mendapat tawaran berinvestasi reksa dana, baik oleh agen penjual reksa dana secara langsung, atau dari bank? Sebenarnya Anda tertarik, dan ingin mencoba. Namun... Anda bingung...

Apa sih yang sebenarnya dimaksud dengan reksa dana? Apa keuntungan dan risiko berinvestasi di reksa dana? Ada berapa macam reksa dana? Dan reksa dana jenis apa yang cocok untuk saya?

Apa faktor penting yang perlu diperhatikan saat memilih reksa dana? Reksa dana apa yang punya kinerja apik saat ini, dan bisa saya pilih? Bagaimana investasi reksa dana dibandingkan dengan investasi saham?

Semua pertanyaan Anda akan terjawab di sini! Yuk baca sampai habis, "Cara Berinvestasi dan Memilih Reksa Dana".

Apa sih yang sebenarnya dimaksud dengan reksa dana?

Reksa dana merupakan salah satu instrumen investasi yang ditujukan bagi calon investor yang tidak mempunyai keahlian dalam bidang investasi, namun mempunyai keinginan untuk mengalami pertumbuhan uang melalui investasi.

Reksa dana adalah Wadah untuk menghimpun dana dari masyarakat pemodal untuk diinvestasikan dalam Portofolio Efek oleh manajer Investasi. Jika Anda berinvestasi di reksa dana berarti Anda menitipkan uang pada pihak yang sudah mengerti cara mengelolanya agar uang Anda berkembang.

Apa keuntungan dan risiko berinvestasi di reksa dana?

Keuntungan Investasi Reksa dana antara lain:
1. Turut menikmati keuntungan dalam pasar saham dan meminimalkan risiko karena faktor kurangnya pengetahuan tentang investasi. Berinvestasi reksa dana mempermudah investor, baik dari segi waktu maupun usaha, karena ada manajer investasi yang mengurus semuanya.

2. Investor bermodal kecil dapat mendiversifikasikan investasinya dalam berbagai bentuk, seperti pasar uang, pasar modal, saham dan obligasi. Diversifikasi memperkecil risiko karena uang investor digabungkan dengan uang investor lainnya sehingga menimbulkan daya beli yang lebih besar.

Selain memberi keuntungan, reksa dana juga mengandung risiko, diantaranya:
1. Risiko berkurang uang atau capital loss. Nilai unit penyertaan bisa naik atau turun. Penurunan nilai unit penyertaan dapat disebabkan oleh fluktuasi harga saham, nilai obligasi, dan surat berharga lainnya di dalam reksa dana itu.

2. Risiko likuiditas, yang bisa muncul ketika terjadi kepanikan dalam pasar saat nilai unit penyertaan turun dan sebagian besar investor mencairkan investasi reksa dana mereka sehingga manajer investasi reksa dana kesulitan untuk mencairkan dana.

Ada berapa macam reksa dana? Dan reksa dana jenis apa yang cocok untuk saya?

Ada sangat banyak reksa dana di luar sana, secara umum reksa dana dibagi menjadi 4 macam di antaranya:
- Reksa dana pasar uang
- Reksa dana pendapatan tetap
- Reksa dana campuran
- Reksa dana saham

Reksa dana pasar uang dan reksa dana pendapatan tetap berupa obligasi dan cocok untuk investasi dalam jangka waktu 1-2 tahun.

Reksa dana campuran diinvestasikan dalam surat utang dan ekuitas/saham. Reksa dana ini sesuai untuk investasi berjangka waktu 3 tahunan.

Reksa dana saham, seperti namanya, lebih berfokus pada produk ekuitas/saham. Reksa dana ini memberikan imbal hasil paling tinggi juga berisiko paling tinggi dibandingkan reksa dana lainnya. Maka dari itu reksa dana ini lebih cocok untuk investasi jangka panjang atau 5 tahun lebih.

Meskipun cocok untuk investasi jangka panjang, Reksa dana saham lebih menarik dibandingkan dengan reksa dana lainnya karena reksa dana saham akan memberikan return yang lebih besar dalam jangka panjang.

Namun ada banyak sekali berbagai macam reksa dana saham yang dijual. Maka dari itu kita harus memperhatikan berbagai faktor dan memilih reksa dana yang baik.

Apa faktor penting yang perlu diperhatikan saat memilih reksa dana?

Yang pertama adalah Risiko dan imbal hasil. Reksa dana saham mengandung risiko fluktuasi, hal ini disebabkan oleh pergerakan harga saham yang dikelola. Oleh karena itu, pihak pengelola reksa dana sering mencantumkan disclaimer bahwa mereka tidak menjamin keuntungan secara pasti.

Imbal hasil reksa dana saham adalah berupa peningkatan nilai reksa dana yang mengikuti peningkatan harga saham, meskipun peningkatan tersebut tidak dijamin. Dalam investasi reksa dana saham maupun reksa dana lainnya, kinerja investasi Anda ditentukan oleh pengelola investasi Anda.

Kedua, Biaya. Penting bagi Anda untuk memperhatikan biaya investasi dalam reksa dana. Dalam reksa dana terdapat sejumlah biaya yang dibebankan kepada investor dan diperhitungkan dalam nilai transaksinya, seperti biaya pembelian (subscription fee), biaya penjualan (redemption fee), dan biaya pengalihan (switching fee).

Ketiga, Strategi investasi. Pada fund fact sheet, ada informasi penting yang perlu Anda perhatikan, yaitu strategi yang digunakan oleh manajer investasi dalam mengelola uang Anda. Fund fact sheet tersebut menunjukkan komposisi saham atau sektor yang diinvestasikan.

Sebagai contoh, pada sebuah reksa dana, manajer investasi mengalokasikan sekitar 41.91% pada sektor pertambangan, 10.88% pada sektor barang dan jasa, sekitar 8.53% pada sektor property dan real estate dan sisanya pada sektor-sektor lainnya.

Disini, kita bisa lihat bahwa sebagian besar saham yang dimiliki oleh aset manajemen merupakan saham yang sektornya sedang dalam tren naik. Jadi kemungkinan besar reksa dana Anda akan mendapatkan imbal hasil yang baik.

Keempat, profil manajer investasi. Pada fund fact sheet Anda bisa melihat rekam jejak manajer investasi yang bertanggung jawab atas aset Anda. Beberapa hal penting yang perlu Anda perhatikan dalam menilik profil manajer investasi adalah pengalaman dalam mengelola aset yang dimiliki, jumlah nasabah dan besarnya dana yang pernah dikelola.

Kelima, hak investor. Dalam prospektus disebutkan hak-hak Anda sebagai pemegang unit penyertaan reksa dana, contohnya: Hak mendapatkan bukti penyertaan/surat konfirmasi, Hak memperoleh pembagian hasil investasi sesuai kebijakan pembagian hasil investasi, Hak untuk menjual sebagian atau seluruh unit penyertaan, dan sebagainya.

Keenam, kebijakan investasi. Selain memilih sektor dan saham. Fund fact sheet juga menunjukkan strategi investasi reksa dana tersebut secara garis besar, yaitu alokasi dana dalam reksa dana dan seberapa besar dana digunakan untuk investasi ekuitas, pasar uang dan instrument lainnya.

Ketujuh, total dana kelolaan. Dalam reksa dana terdapat data total dana kelolaan atau asset under management (AUM). AUM menunjukkan total dana yang dikelola oleh manajer investasi Anda. Semakin besar dana kelolaan, semakin bonafide reksa dana tersebut.

Terakhir, Riwayat kinerja reksa dana. Anda dapat melihat performa reksa dana tertentu sebelum menutuskan untuk membeli dan membandingkan dengan pertumbuhan IHSG. Anda tentu tidak mau membeli reksa dana yang tumbuh lebih lambat daripada IHSG.

Setelah mengetahui cara membaca prospektus dan fund fact sheet, Anda bisa memilih reksa dana sesuai dengan kebutuhan Anda. Anda tentu ingin segera memulai membandingkan reksa dana yang ada di pasar.

Reksa dana apa yang punya kinerja apik saat ini, dan bisa saya pilih?

Nah, berikut ini adalah daftar reksa dana saham dengan return tertinggi hingga dalam 1 bulan terkahir.

No Reksa Dana NAB Return 1 Bulan
1 Millenium MCM Equity Sektoral 1862.23 15.25%
2 Millenium Equity Prima Plus 892.00 9.58%
3 Pacific Saham Syariah 1075.41 9.05%
4 Pacific Equity Progresif Fund IV 1194.26 8.21%
5 Pacific Saham Syariah II 4481.89 8.10%
6 Simas Saham Dinamis 1288.81 7.45%
7 Millenium Equity Growth Fund 519.14 7.31%
8 Pacific Equity Flexi Fund 763.90 7.28%
9 OSO Moluccas Equity Fund 687.78 6.87%
10 Millenium Equity 1200.57 6.32%

Dari tabel di atas dapat dilihat bahwa investasi reksa dana saham tidak kalah menjanjikan dibandingkan investasi pada instrumen lainnya, bahkan dapat menghasilkan return hingga di atas 10% dalam sebulan terakhir. Menarik bukan?

Bagaimana investasi reksa dana dibandingkan dengan investasi saham?

Bila Anda memiliki waktu untuk mengelola dana Anda sendiri dan memiliki pengetahuan untuk menganalisa tentu akan lebih baik bila Anda mengelola aset Anda sendiri. Maka dari itu saham adalah pilihan investasi yang sangat baik. Selain itu, saham juga memiliki imbal hasil yang jauh lebih baik dibandingkan dengan reksa dana.

Ketika Anda berinvestasi saham secara langsung, Anda menjadi manajer investasi untuk diri Anda sendiri. Dengan begitu, tentu untungnya bisa Anda nikmati lebih besar. Ibaratnya lebih untung punya kebun sendiri dibandingkan beli buah di supermarket. Tapi, Anda harus tahu dulu bagaimana caranya agar bisa terlindungi dari risiko kerugian.

Salam profit!
Ellen May

(ang/ang)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: promosi[at]detikfinance.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed