Follow detikFinance
Selasa, 24 Apr 2018 07:34 WIB

6 Cara Kenali Model Bisnis Perusahaan untuk Investasi Saham

Ellen May - detikFinance
Foto: Rengga Sancaya Foto: Rengga Sancaya
Jakarta - Tahun 2013 merupakan puncak kejayaan bagi perusahaan transportasi konvensional seperti Taxi Express dan Blue Bird. Pada waktu itu, Taxi Express mampu menghasilkan laba Rp 132 Miliar sepanjang tahun 2013. Demikian pula Blue Bird mampu menghasilkan laba Rp 707 miliar pada tahun 2013.

Namun tidak lama berselang dari tahun 2015 hingga sekarang laba perusahaan tersebut terus merosot. Bahkan Taxi Express sempat merugi. Apa yang menyebabkan turunnya kinerja kedua perusahaan tersebut tidak lain adalah karena terdisrupsi bisnis modelnya oleh taxi online. Bisnis model adalah faktor penting yang perlu diperhatikan oleh seorang pebisnis dan juga oleh investor saham supaya bisa mendapatkan keuntungan yang maksimal dalam investasinya.

Jadi bagaimana caranya memilih perusahaan yang memiliki bisnis model yang baik? Bisnis model seperti apakah yang tidak mudah terdisrupsi dan terus menjadi pemimpin dalam pasar?

Yuk kita simak dalam artikel berikut ini.

APA 6 CIRI-CIRI BISNIS MODEL PERUSAHAAN YANG POTENSIAL?

1. Bisnis Sederhana
Bisnis yang sederhana sangat mudah untuk dipahami dan dievaluasi, semua orang akan sangat mudah memahaminya. Investor akan sangat cepat dan mudah mengerti cara perusahaan menghasilkan uang dan dari mana asal laba perusahaan tersebut.

Beberapa contoh perusahaan dengan bisnis yang sederhana dari beberapa Negara di asia, di antaranya:
  • Malaysia: Hartalega Sdn Bhn: menjual sarung tangan untuk pemeriksaan.
  • DutchLadyMilkIndustriesBhd: menjual susu.
  • Singapur: Singapore Press Holdings (SPH) Ltd: menjual Koran dan majalah.
  • VICOMLtd: jasa perbaikan mobil.
  • Super Group Ltd: menjual kopi instan.
  • Indonesia: PT Multi Bintang Indonesia tbk: menjual beer.
  • PT Ace Hardware Indonesia tbk: menjual perangkat keras.
  • Hong Kong: Want Want China Holdings Ltd: menjual makanan ringan.
Bisnis yang sederhana memang tidak selalu berjalan dengan baik dan selalu menguntungkan. Semua perusahaan selalu mengalami fase naik dan turun. Namun, perusahaan yang sederhana akan jauh lebih mudah dipahami dibandingkan dengan perusahaan bisnis lepas pantai ataupun perusahaan logistik.

Bisnis yang sederhana akan mudah dipahami dan tidak akan banyak terjadi perubahan besar hingga 10 atau 20 tahun ke depan. Pernahkah anda berinvestasi pada bisnis yang sederhana? Hal apa lagi yang perlu diperhatikan selain memahami bisnis yang sederhana? Hal berikutnya yang perlu anda pelajari adalah memahami lingkaran kompetensi.

2. Memahami Lingkaran Kompetensi
Warren Buffett berkata "Anda tidak harus menjadi seorang ahli dalam setiap perusahaan ataupun banyak perusahaan, yang terpenting adalah anda bisa mengevaluasi perusahaan dalam lingkaran kompetensi".

Sebagai contoh, sebagai seorang insinyur anda akan memiliki keahlian dalam investasi dalam industri engineering. Dalam hal ini, anda akan mengenali perusahaan lebih baik dibandingkan orang lain. Selain itu juga, anda akan memiliki akses untuk mengetahui informasi dari dalam perusahaan.

Sebagai seorang value-growth investor yang sukses, anda harus terus belajar dan mengembangkan pengetahuan anda bahkan keluar dari lingkaran kompetensi. Namun, sebelum anda melebarkan lingkaran anda hingga terlalu lebar pastikan terlebih dahulu lingkaran kompetensi anda sudah benar-benar anda pahami. Selain itu, tetaplah berpegang pada apa yang telah anda pahami.

Apakah lingkaran kompetensi yang anda miliki saat ini? Bukankah lebih mudah memahami bisnis perusahaan yang sesuai dengan kompetisi anda? Apakah bisnis yang sederhana dan memahami lingkaran kompentensi saja cukup? Tentu belum, faktor berikutnya adalah memahami keunggulan kompetitif dan competitor.

3. Memahami Keunggulan Kompetitif dan Kompetitor
Awal tahun 2000-an, banyak orang rela sabar menunggu hanya untuk membeli segelas bubble tea. Saat bubble tea shop Quickly, pertama dibuka, semua orang sangat menyukainya. Meskipun segelas bubble tea seharga SGD 3 hingga SGD 5, orang rela membayarnya. Setelah tingginya minat terhadap buble tea, banyak pesaing mulai mencoba masuk bahkan hingga toko bubble tea tersebar ke seluruh Singapur.

Quickly adalah toko pertama yang menjadi trend. Hal ini menunjukkan bisnis Quickly tidak memiliki keunggulan kompetitif, seiring dengan mudahnya para kompetitor masuk ke pasar dan pangsa pasar terbagi. Bubble tea adalah sebuah contoh bisnis yang tidak memiliki keunggulan kompetitif.

Untuk benar-benar memahami keunggulan kompetitif kita harus memahami siapa kompetitornya. Secara pertumbuhan kita dapat membandingkan pendapatan dibandingkan dengan kompetitornya. Dengan membaca laporan keuangan tahunan kita dapat melihat seberapa baik perusahaan berkompetisi dengan kompetitornya.

Bukankah sederhana memahami keunggulan kompetitif? Seberapa kuat perusahaan anda bersaing dengan competitor? Jika perusahaan anda dapat bersaing dengan baik, faktor selanjutnya yang harus diperhatikan adalah berpikir seperti seorang pelanggan.

4. Berpikir Seperti Seorang Pelanggan
Bisnis yang sukses sangat tergantung bagaimana dari pilihan pelanggan. Pendiri Walmart, Sam Walton pernah berkata "Satu-satunya boss adalah seorang pelanggan. Mereka bisa memarahi siapapun yang ada di perusahaan tersebut termasuk seorang dewan".

Sebagai contoh, perusahaan seperti Walmart dan McDonalds dapat mengambil hati pelanggan mereka melalui pelayanan berkualitas tinggi. Anda tidak bisa menilai kualitas yang diberikan oleh McDonalds dengan membaca Laporan Keuangan Tahunan ataupun berbicara dengan personil Investor Relation. Anda harus pergi langsung dan merasakan produk dan jasa yang diberikan.

Untuk, mengetahui arah perusahaan di masa mendatang, kita harus mengidentifikasi hal-hal yang dapat mendorong perusahaan tetap menghasilkan pertumbuhan penjualan. Jadi, kita tidak harus memprediksi tetapi mengestimasi berdasarkan kesuksesan perusahaan dalam rencana ekspansi.

Sudahkah anda mencoba berpikir seperti seorang pelanggan? Bagaimana anda merasakan manfaat dari produk dan kualitas pelayanan yang diberikan oleh perusahaan? Jika anda merasa senang terhadap produk dan kualitas pelayanan maka perusahaan tersebut sangat baik. Nah, faktor berikutnya anda harus memperhatikan faktor-faktor pendorong pertumbuhan di masa depan.

5. Melihat faktor pendorong pertumbuhan di masa depan
Secara umum kita dapat melihat faktor pendorong yang potensial melalui laporan tahunan. Melalui laporan keuangan tahunan, kita dapat melihat gambaran besar bisnis inti perusahaan, memahami cara perusahaan mendapatkan uang dan faktor pendorong pertumbuhan bisnis beberapa tahun belakangan.

Memahami sejarah perusahaan dapat mengungkapkan strategi pertumbuhan perusahaan serta konsistensi keberhasilan perusahaan. Untuk tetap menjadi yang terdepan, anda harus memperhatikan rencana ekspansi perusahaan dan melihat apakah membuat perusahaan bertumbuh atau pertumbuhan menjadi melambat.

Dengan melihat faktor-faktor pendorong pertumbuhan kita dapat mengestimasi seberapa baik perusahaan di masa depan. Sudahkah anda mengetahui faktor-faktor apa saja yang dapat mendorong pertumbuhan perusahaan di masa depan? Jika sudah, Hal terakhir yang tak kalah penting adalah memahami risiko dari bisnis tersebut.

6. Memahami Risiko
Sangat penting bagi seorang investor untuk tidak terlalu percaya diri dalam berinvestasi. Kita tetap harus mengevaluasi risiko dan menghindari terlalu percaya diri terhadap pertumbuhan perusahaan. Saat perusahaan dalam fase pertumbuhan yang sangat cepat akan menghasilkan beberapa masalah. Antara lain:
- Kualitas produk buruk
- Batas waktu terlewat
- Kepuasan pelanggan rendah
- Ketidakmampuan manajemen untuk mengatasi pertumbuhan yang kuat
- Persaingan yang ketat dalam pasar

Untuk mengetahui risiko yang mengikat dalam perusahaan anda berinvestasi anda dapat melihat dan membaca dari prospektus perusahaan. Prospektus perusahaan dibagikan kepada para calon pemegang saham ketika perusahaan tersebut akan terdaftar di Bursa Efek.

Kita membahas banyak hal yang perlu diperhatikan untuk mengenal model bisnis perusahaan. Apakah mudah untuk dipahami? Atau masih bingung? Jika anda masih bingung mari kita bahas salah satu perusahaan dengan model bisnis terbaik yakni PT ACE Hardware tbk (ACES).

APA CONTOH PERUSAHAAN YANG MEMILIKI BISNIS MODEL YANG POTENSIAL?

Bisnis PT ACE Hardware tbk (ACES)

Agar bisa lebih memahami mengenai model bisnis, kita akan membahas mengenai model bisnis PT ACE Hardware tbk. Dari laporan keuangan dapat kita lihat pertumbuhan yang signifikan dari penjualan dan laba perusahaan. Hal ini juga tercermin dari harga saham ACES yang selalu dalam tren naik.

Faktor apa yang membuat ACES menarik di mata para investor? Bagaimana Prospek ACES ke depan?

Seperti yang kita telah pelajari, dalam berinvestasi kita harus mengenal baik perusahaan yang kita beli. ACES merupakan suatu bisnis yang sederhana dan sangat mudah untuk dipahami. ACES menghasilkan uang dengan cara yang sangat sederhana, yakni dengan menjual perangkat keras atau peralatan yang sehari-hari kita gunakan di rumah.

Selain itu, melihat Kompetitor saat ini belum ada yang bisa menyaingi ACES. Bahkan hingga saat ini kita dapat melihat bahwa ACES secara konsisten terus melakukan ekspansi dengan membuka gerai-gerai baru tak hanya di dalam kota bahkan hingga di luar pulau jawa. Artinya, tiap ekspansi yang dilakukan oleh ACES selalu berhasil. Laporan keuangan Desember 2017, menunjukkan bahwa Penjualan di luar pulau jawa mendorong pertumbuhan penjualan dari ACES.

Di sisi lain, sebagai seorang pelanggan kita selalu senang bila berkunjung ke gerai-gerai ACES. Baik kualitas produk yang dijual maupun pelayanan yang diberikan oleh karyawan. Hampir setiap hari ACES selalu ramai, ini menggambarkan dengan jelas bahwa ACES berhasil mendapatkan hati dari setiap pelanggannya.

Melihat prospek kedepan, ACES masih sangat menjanjikan. Tak hanya dari keberhasilan ekspansi hingga luar pulau jawa, ACES juga melakukan diversifikasi bisnis ke bisnis makanan dan minuman. Dari Bisnis minuman ACES menjalankan bisnis Chatime dan dari bisnis makanan baru-baru ini menjalankan bisnis Cupbob yang cukup digemari oleh generasi muda.

ACES merupakan contoh perusahaan yang sederhana dan sangat mudah dipahami bisnis intinya. Selain itu ACES juga selalu berhasil mengambil hati pelanggan dan selalu berhasil dalam ekspansinya. Hal-hal tersebut menjadikan ACES sebagai perusahaan dengan model bisnis yang baik untuk investasi.

Mudah bukan memahami model bisnis perusahaan?

Salam Profit!

Ellen May

(ang/ang)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: promosi[at]detikfinance.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed