Follow detikFinance
Senin, 09 Jul 2018 07:25 WIB

5 Persiapan Sebelum Berinvestasi Saham

Prita Hapsari Ghozie - detikFinance
Foto: Rachman Haryanto Foto: Rachman Haryanto
Jakarta - Investasi di pasar modal saat ini sedang marak-maraknya. Sebagai milenial yang sudah sadar investasi, maka saham adalah salah satu pilihan instrumen investasi yang sangat digemari.

Salah sau alasannya adalah potensi keuntungan yang cukup tinggi dari pasar modal. Sebagai ilustrasi, kenaikan IHSG selama tahun 2017 bisa mencapai 19%.

Namun, tidak sedikit juga investor yang kemudian terjebak dalam salah kaprah berinvestasi. Untuk menghindari terjadinya ketidaksiapan dalam berinvestasi di pasar modal, lakukanlah 5 hal ini sebagai modal awal sebelum memiliki saham.

1. Hindari mindset 'main saham'
Trading dan long-term investment di pasar modal bukanlah permainan. Dengan memiliki mindset 'main saham' maka Anda akan memperlakukan trading dengan 'main-main'. Padahal, berinvestasi di pasar modal adalah peluang yang baik untuk bisa mencapai tujuan keuangan.

Ubahlah mindset 'main-main' menjadi mindset untuk memiliki suatu bisnis atau usaha. Saham yang diperdagangkan adalah perusahaan yang nilainya ratusan miliar bahkan triliunan.

2. Gunakan uang dingin
Jangan pernah menaruh uang untuk peruntukan tertentu dengan harapan mendapatkan keuntungan pasti di akhir bulan. Pergunakanlah uang dingin atau uang tabungan yang belum dialokasikan untuk tujuan keuangan tertentu. Sebelumnya, pastikan juga dana darurat sudah dimiliki agar dapat dipergunakan saat ada kebutuhan uang tunai.


3. Belajar dahulu dengan berinvestasi di reksa dana berbasis saham
Pergerakan saham memiliki volatilitas atau naik turun yang tinggi. Sebelum terjun di dunia ini, baiknya Anda mencoba dahulu instrumen investasi yang mendekati gambaran kepemilikan saham, contohnya reksa dana saham.

Pergerakan reksa dana saham yang cukup naik turun akan membuat Anda memiliki gambaran awal dan mulai terbiasa sebelum benar-benar terjun ke dunia perdagangan saham.

4. Hindari berutang untuk investasi
Sebagai investor pemula, jangan pernah berutang demi memiliki saham (margin trading). Bagi investor kawakan, margin trading dilakukan dengan harapan keuntungan dari trading saham bisa dibayarkan untuk melunasi biaya utang.

Risiko terbesar adalah rugi saat melakukan transaksi yang mengakibatkan Anda harus merogoh kocek sendiri untuk melunasi utang margin trading beserta biayanya.

5. Menabung Saham
Sebagai pemula, mulailah dengan berinvestasi saham terlebih dahulu. Investasi adalah bagian untuk menabung dalam bentuk saham, sehingga Anda hanya perlu membeli saham secara berkala, tanpa harus terlalu khawatir dengan pergerakan saham. Praktiknya Anda melakukan pembelian setiap bulan sesuai dengan kemampuan.

Live a Beautiful Life!


Disclaimer: artikel ini merupakan kiriman dari mitra yang bekerja sama dengan detikcom. Redaksi detikcom tidak bertanggung jawab atas isi artikel yang dikirim oleh mitra. Tanggung jawab sepenuhnya ada di penulis artikel. (ang/ang)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: promosi[at]detikfinance.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed