Banyak Tukang Tipu di Tengah Corona, Jangan Terjebak!

Aulia Damayanti - detikFinance
Selasa, 26 Mei 2020 14:23 WIB
Ilustrasi THR
Foto: Muhammad Ridho
Jakarta -

Hampir 52.500 orang Amerika telah mengajukan keluhan ke Federal Trade Commission atas penipuan terkait COVID-19. Total kerugian lebih dari US$ 38,6 juta setara Rp 569 miliar (kurs Rp 14.750/ dolar US).

Berdasarkan data pengaduan hingga 21 Mei ini, sekitar 45% orang rata-rata kehilangan sekitar US$ 470 atau sekitar Rp 6,9 juta.

Menurut Federal Trade Commission (FTC), kini penipuan baru dan canggih bermunculan. Salah satu cara penipu (scammers) memikat korban adalah melalui pesan teks. Ini dimulai dengan teks yang konon dari Internal Revenue Service yang meminta konfirmasi informasi pembayaran stimulus.

Menurut Dov Lerner, pemimpin penelitian keamanan di cybersecurity Sixgill. Konsumen harus ekstra waspada saat ini. Jangan memberikan kartu kredit atau informasi pribadi lainnya kepada siapa pun melalui telepon, jangan mengklik tautan yang tidak dikenal dalam email.

Melansir dari CNBC, Selasa (26/5/2020), adapun cara melindungi diri dari penipuan di tengah pandemi virus Corona. Berikut lima langkah yang perlu dilakukan untuk menghindari penipuan.

Update Berita Penipuan Terbaru
Sangat penting bahwa konsumen tetap up to date tentang cara terbaru scammers. FTC terus mengikuti skema terbaru dan mengeluarkan peringatan kepada konsumen tentang perkembangan penipuan yang terjadi.

Perusahaan Self Financial juga membuat daftar komprehensif semua penipuan yang terhubung dengan COVID-19 dan cara kerjanya. Daftar ini diperbarui setiap minggu berdasarkan informasi dari FTC, Federal Drug Administration, Better Business Bureau, dan sumber luar lainnya.

Blokir Robot
Sebagian besar penyedia layanan seluler, termasuk 'Big Four' - AT&T, Sprint, T-Mobile dan Verizon - memiliki perangkat lunak atau aplikasi gratis yang memblokir robot. Beberapa, seperti Verizon, memiliki perangkat lunak yang secara otomatis memblokir beberapa robot penipuan di seluruh jaringan.

Beberapa penyedia layanan bahkan menawarkan uji coba gratis sehingga pelanggan dapat menguji aplikasi pemblokiran robot dengan menambahkan alarm. Selain itu, dilengkapi juga pemblokiran pesan teks spam dan telepon yang masuk.


Jangan Merespons
Jangan menanggapi pesan teks yang tidak dikenal dan menerima panggilan dari nomor telepon yang tidak dikenal. Robocall ilegal digunakan untuk mengarahkan segala sesuatu kepada konsumen mulai dari asuransi kesehatan dengan harga murah, penyembuhan COVID-19 hingga skema kerja dari rumah.

Recheck Ke Kontak Resmi Perusahaan
Jika Anda menerima email atau pesan teks yang menurut Anda perlu ditanggapi, jangan klik tautan yang disediakan. Sebagai gantinya, buka langsung situs web pemerintah atau perusahaan dengan mengetik namanya di browser Anda. Hubungi melalui nomor telepon resmi atau alamat email.

Tautan dalam email atau pesan teks adalah cara yang sangat umum bagi penipu untuk mendapatkan akses atau membujuk Anda melakukan penipuan. Hacker mengirim apa yang disebut email phising, di mana mereka meniru tampilan atau perasaan komunikasi yang dikirim oleh perusahaan atau pemerintah, dan menyertakan tautan ke portal palsu yang menanyakan informasi Anda.

Jika Anda Curiga, Cari Bantuan
Jika Anda takut akan penipuan, bicarakan dengan teman atau kerabat tentang apa yang terjadi. Selain itu, jika Anda yakin telah menjadi korban skema penipuan, hubungi penegak hukum setempat.



Simak Video "Tips Cegah Kejahatan 'Phising' Bagi UMKM di Masa Pandemi Corona"
[Gambas:Video 20detik]
(ang/ang)