Cek! Ini Perbedaan Robot Trading Asli dan Money Game Abal-abal

Siti Fatimah - detikFinance
Selasa, 26 Okt 2021 10:24 WIB
Trading forex
Ilustrasi/Foto: Shutterstock

Desmond menyebut dalam postingannya di media sosial telah mendapatkan izin dari salah satu nasabah trading forex tersebut. Bahkan dia diberikan username dan password untuk masuk ke akun.

Tanpa menyebutkan nama brokernya, Desmond mengungkapkan sederet kejanggalan. Setiap bulan cetak profit hingga 10% dengan statistik win rate 81-19. Artinya 81% trading menorehkan keuntungan, hanya 19% tradingnya mengalami kerugian.

Menariknya lagi robot trading tersebut jarang losing streak atau rugi beruntun, setelah rugi robot itu kembali profit. Selama bertahun-tahun losing streak paling banyak tiga kali.

Dari data di atas, terdapat beberapa kejanggalan yang telah dirangkum sebagai berikut:

1. Robot trading itu tidak bisa dipakai di broker forex lain, hanya di broker tertentu saja. Sementara robot trading asli bisa digunakan di broker forex manapun serta harus diinstal terlebih dahulu di komputer atau server.

2. Robot trading dalam platform MetaTrader berbentuk file ekstensi mq4 atau ex4. Nah menurut yang sudah join mereka tidak pernah melihat atau menerima file tersebut. Sedangkan untuk robot trading yang asli, ada wujudnya, yakni berupa file expert advisor (EA) yang memiliki ekstensi mql4 atau ex4 di MetaTrader 4 atau mql5 atau ex5 di MetaTrader 5

3. Keuntungan 10% per bulan, maka 1 tahun keuntungannya bisa 120%. Dengan profit sebesar itu sudah mengalahkan hampir semua trader profesional.

4. Semua pembukaan posisi trading di harga open. Desmond meyakini itu adalah rekayasa. Sebab tidak mungkin robot trading bisa selalu mengambil posisi di harga open, karena ada dinamika di fores, faktor spread, slippage dan koneksi server broker.

Kesimpulan yang diambil Desmond, robot trading yang digunakan oknum tersebut tidak trading secara real. Entry trading diduga merupakan sesuatu yang rekayasa. Modusnya dengan merekayasa harga pembukaan posisi trading. Sedangkan harga penutupan tetap mengikuti harga pasar.

Jika itu rekayasa, pertanyaannya dari mana si oknum bisa memberikan keuntungan kepada nasabahnya? Dengan santai Desmond menjawab skema ponzi atau money game.


(ara/ara)