Hati-hati Terjebak Robot Trading! Ini Cara Bedakan yang Asli dan Abal-abal

Sylke Febrina Laucereno - detikFinance
Kamis, 28 Okt 2021 08:20 WIB
Ilustrasi investasi uang kripto.
Ilustrasi/Foto: Shutterstock
Jakarta -

Robot trading saat ini menjadi perbincangan karena beberapa platform disebut-sebut terindikasi melakukan penipuan. Robot trading yang bermasalah itu juga disebut merugikan para membernya, hingga ada yang melaporkan ke polisi.

Kepala Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi (Bappebti) Indrasari Wisnu Wardhana mengungkapkan untuk membedakan robot trading yang asli dengan yang abal-abal masyarakat harus memperhatikan apakah platform tersebut menawarkan keuntungan pasti atau tidak.

"Kalau dia memberikan keuntungan pasti, sudah pasti nggak mungkin. Kalau ada keuntungan pasti itu kenapa dia nggak masukkan uangnya sendiri? Logikanya kan seperti itu," ujar dia dalam acara d'Mentor, Rabu (27/10/2021).

Dia mengatakan, selanjutnya masyarakat harus memahami prinsip high risk high return. Setiap investasi pasti memiliki risiko jika ingin mendapatkan keuntungan yang besar. Jika ada keuntungan, maka ada risiko rugi dari investor.

Wisnu mengungkapkan jika sebuah platform menawarkan paket A, B dan C dengan keuntungan yang besar itu sudah dipastikan tidak benar.

Saat ini Bappebti masih mengatur pialang dan penyelenggara. Belum spesifik mengatur robot trading. Namun masyarakat juga harus mulai peduli dan memahami terkait konsep robot trading tersebut.

"Ke depan regulasinya akan dibuat dan diatur tapi untuk yang commodity berjangka, kalau saham beda lagi," ujar dia.



Simak Video "d'Mentor: Awas Manipulasi Robot Trading"
[Gambas:Video 20detik]
(kil/ara)