ADVERTISEMENT

Jangan Salah Pilih! Ini Bedanya Investasi Saham, Forex dan Kripto

Danang Sugianto - detikFinance
Senin, 27 Des 2021 16:38 WIB
Ilustrasi THR
Ilustrasi/Foto: Muhammad Ridho
Jakarta -

Belakangan ini masyarakat semakin disuguhkan dengan banyaknya pilihan investasi. Selain berinvestasi, kini masyarakat juga sudah mulai banyak yang melakukan trading sebagai alternatif lain untuk mengelola dan mengembangkan keuangannya.

Pilihan instrumen trading juga bervariasi, mulai dari saham, valuta asing atau forex, hingga yang saat ini sedang naik daun adalah aset kripto. Pertanyaannya apa bedanya instrumen investasi tersebut? Apa saja kelebihan dan kekurangannya?

"Saham, forex, dan aset kripto memiliki karakteristik dan cara kerja berbeda-beda. Trader dapat menyesuaikan instrumen yang sesuai dengan dengan kepribadian, modal, risk appetite, dan tujuannya masing-masing. Di ICDX sendiri, kami menyediakan produk derivatif untuk emas, minyak mentah, dan forex (GOFX)," kata Business Development Manager ICDX, Dedi Prasetyo dalam keterangan resminya, Senin (27/12/2021).

Bagi sebagian besar yang sudah lama menggeluti dunia trading, mungkin akan merekomendasikan saham, sebab aset ini tergolong aset tradisional dan sudah banyak investor saham yang masuk dalam jajaran orang terkaya di dunia.

Namun, bagi trader yang menyukai tantangan dan ingin menuai profit dalam jangka waktu lebih singkat, maka mereka cenderung merekomendasikan forex atau aset kripto yang memiliki volatilitas tinggi.

Saham

Ketika trading saham, traders membeli atau menjual saham suatu perusahaan dengan tujuan untuk mendapatkan keuntungan. Tidak jarang pula transaksi saham dan sekuritas digunakan untuk memastikan harga yang wajar, sebab pasar modal merupakan lingkungan yang terkendali.

Mayoritas investor saham membeli saham untuk dipertahankan dalam jangka waktu yang lama dan memperoleh keuntungan besar. Namun, tidak jarang pula saham digunakan para trader untuk memperoleh keuntungan jangka pendek.

Bagi para trader, salah satu kekurangan trading saham adalah adanya jam perdagangan bursa, sehingga waktu trading menjadi lebih terbatas dibanding forex dan aset kripto. Selain itu, pasar saham relatif bergerak lebih lambat dari segi volatilitas dibandingkan dengan forex dan aset kripto.

Nilai suatu saham dipengaruhi oleh faktor ekonomi makro maupun mikro. Sebagai contoh, pertumbuhan ekonomi suatu negara sedang stagnan dan cenderung turun. Hal ini akan mempengaruhi nilai saham perusahaan-perusahaan berbasis di negara tersebut menjadi turun. Sementara itu, likuiditas saham bergantung pada popularitas saham tersebut di antara para investor dan modal yang diinvestasikan pada saham tersebut. Inilah sebabnya saham blue-chip seringkali lebih likuid dibanding saham lainnya.

Bagaimana dengan forex dan kripto? Cek halaman berikutnya.

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT