ADVERTISEMENT

Aset Kripto Merangkak Naik, Waktu Tepat Buat Investasi?

Ilyas Fadhillah - detikFinance
Senin, 25 Jul 2022 07:00 WIB
AS Sita $3.6 Miliar Mata Uang Kripto Terkait Peretasan
Foto: DW (News)
Jakarta -

Sejumlah aset kripto seperti bitcoin dan ethereum mulai merangkak naik. Melansir dari Coinmarketcap, Minggu (24/7/2022), bitcoin diperdagangkan sebesar US$ 22.552,98. Di awal bulan Juli, bitcoin sempat diperdagangkan di kisaran US$ 19.274,84.

Tren kenaikan harga juga dialami Ethereum. Per hari ini Ethereum diperdagangkan sekitar US$ 1.585,73 atau naik 2,75%. Dengan harga yang bergerak ke zona hijau, apakah ini saat yang tepat untuk masuk ke aset kripto?

Analis kripto sdekaligus financial educator Angga Andinata berpendapat, saat ini adalah waktu yang tepat bagi investor masuk ke pasar kripto. Ia menggunakan metode Bitcoin Cost Averaging (BCA), menyebut bitcoin sudah drop dari nilai tertingginya US$ 60.000 beberapa waktu lalu.

"Karena tidak ada yang tahu 100% sampai di mana bottomnya. Kita hanya bisa memprediksi tapi tidak bisa tahu 100%. Makanya Bitcoin Cost Averaging itu metode paling tepat," katanya kepada detikcom.

Namun, Angga menyebut aset kripto masih berpotensi mengalami penurunan. Badai likuidasi yang terjadi di industri kripto ternyata belum berakhir. Ia menyebut hal ini lebih besar dampaknya ketimbang konflik di Rusia dan Ukraina.

"Tapi konflik di Rusia dan Ukraina membuat investor institusi untuk menghindari dulu aset yang volatile seperti Bitcoin & Ethereum. Sementara investor institusi adalah penyumbang marketcap terbesar," sambungnya.

Selain itu, ada empat hal lainnya yang cukup berpengaruh terhadap pergerakan aset kripto. Di antaranya adalah supply and demand, tingkat kepercayaan, aktivitas trading pemain besar, hingga likuidasi.

Terkait aman tidaknya investasi di pasar kripto, Angga menyebut tidak ada aset investasi yang 100% aman. "To be honest, Tidak ada aset investasi apapun yang aman 100%. Bahkan meskipun kita investasi di perusahaan terbesar di dunia sekalipun," ungkapnya.

Ia mencontohkan kasus yang terjadi di VOC. Perusahaan yang pernah besar di masa lalu kini tinggal menjadi sejarah. Oleh karena itu, penting bagi para investor menyesuaikan strategi investasi serta beradaptasi dengan situasi.

Apalagi aset kripto adalah industri yang masih baru, bahkan baru berkembang sekitar 7 tahun. Artinya diperlukan eksperimen, trial & error, serta waktu belajar untuk berhasil di industri ini.

Namun dengan perkembangan teknologi dan orang-orang yang mau berkontribusi di industri ini, Angga meyakini pasar kripto bakal menjadi raksasa dalam 10 tahun ke depan.

Bitcoin menjadi pilihan aset kripto yang Angga sarankan. "Bitcoin adalah satu-satunya aset kripto yang dinyatakan oleh SEC (OJK nya Amerika) sebagai bukan Securities satu-satu nya aset kripto dengan sistem blockchain paling aman dan menggunakan Proof of Work," jelasnya.

Sementara itu, Ethereum masih menjadi rekomendasi karena punya teknologi smart-contract yang sudah diadopsi secara massal. Angga mengungkap rumor Ethereum Merge yang akan dieksekusi bulan September nanti.



Simak Video "Walau Alami Penurunan, Developer yakin Harga Kripto Akan Tetap Bullish"
[Gambas:Video 20detik]
(zlf/zlf)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT