Bencana Baru Hantam Dunia Kripto, Bitcoin cs Masih Punya Asa?

ADVERTISEMENT

Bencana Baru Hantam Dunia Kripto, Bitcoin cs Masih Punya Asa?

Sylke Febrina Laucereno - detikFinance
Senin, 14 Nov 2022 06:00 WIB
Bitcoin
Foto: Shutterstock/
Jakarta -

Mata uang kripto saat ini sedang sedang dalam tekanan. Padahal sebelumnya kripto ini digadang-gadang bisa menjadi alternatif investasi ketika bank sentral AS menaikkan suku bunga acuan.

Belum lama ini, salah satu orang terkaya yang juga CEO dari platform pertukaran kripto FTX Sam Bankman-Fried jumlah kekayaanya anjlok hingga 94%.

Dikutip dari Bloomberg Billionaire Index adalah US$ 15 miliar. Jika menurun sebanyak 94%, hartanya diperkirakan hanya tersisa US$ 1 miliar saja. Itu artinya hartanya sebanyak US$ 14 miliar atau setara Rp 219 triliun (kurs Rp 15.700) lenyap.

Namun masalah FTX ternyata berbuntut panjang. Perusahaan mengajukan bangkrut kepada otoritas di AS. Bankman-Fried mengundurkan diri dari jabatannya dan digantikan oleh John J. Ray III.

VP Growth Tokocrypto, Cenmi Mulyanto mengungkapkan salah satu faktor utama yang menyebabkan market tertekan kali ini dipengaruhi oleh drama yang melibatkan platform crypto exchange global yang mengalami krisis likuidasi.

Peristiwa tersebut membuat efek domino yang menyebabkan nilai sejumlah kripto menurun signifikan. Total market cap kripto anjlok ke level US$ 800 triliun dan terendah dalam dua tahun terakhir.

"Ketika market anjlok, pergerakan aset kripto cenderung sulit diprediksi. Banyak investor setuju bahwa jalan terbaik ke depan adalah dengan mengadopsi strategi Dollar Cost Averaging (DCA) dan Buy The Dip di mana membeli sejumlah aset kripto di saat pasar mengalami koreksi bearish yang signifikan. Konsep ini bisa disebut sebagai nabung kripto," ungkap Cenmi.

Menurut Cenmi, hal yang paling penting untuk dipahami adalah ketika market anjlok bukanlah akhir dari segalanya. Kabar baik, setidaknya secara historis, penurunan kripto akan selalu diikuti oleh kenaikan kuat yang membuat Bitcoin dan berbagai altcoin lain bisa mencapai kenaikan harga.

Walaupun dengan terjadi penurunan harga atau 'diskon,' investor harus selalu melakukan riset dan tidak terbuai dengan iming-iming keuntungan yang cepat. Pelajari kembali berbagai jenis aset kripto yang saat ini tersedia di market atau mencari lebih banyak strategi investasi untuk mengurangi risiko kerugian di masa mendatang.

"Jadi, pastikan investor lakukan analisis mengapa harga turun, dan gali lebih dalam alasannya. Jangan fokus pada jenis-jenis kripto tertentu saja. Strategi nabung kripto bisa jadi peluang keuntungan di market," kata Cenmi.

Pasang surut investasi aset kripto merupakan sebuah fase yang umum terjadi di industri instrumen keuangan. Apalagi kripto masih terbilang merupakan instrumen investasi baru yang pertumbuhannya dibarengi dengan gejolak yang terjadi industri dan ekosistemnya.

"Prinsipnya untuk berinvestasi perlu kembali ke fundamental. Secara kolektif market kripto kemungkinan besar memiliki potensi untuk bergerak positif dalam jangka panjang. Market bearish saat ini sudah common dalam dunia kripto. Investor kripto harus selalu bersikap tenang dan tidak perlu panik," pungkas Cenmi.

Performa market kripto sepekan ini tampak seperti roller coaster. Investor seakan-akan dibuat tak berdaya dengan gejolak volatilitas yang terjadi di market akhir-akhir ini.

Lanjut ke halaman berikutnya.

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT