Follow detikFinance
Sabtu 13 May 2017, 18:15 WIB

Kata Bos Lippo Soal Industri Properti Jadi Penggerak Ekonomi RI

Eduardo Simorangkir - detikFinance
Kata Bos Lippo Soal Industri Properti Jadi Penggerak Ekonomi RI Foto: Eduardo Simorangkir/detikFinance
Bekasi - Lippo Group sedang menggarap proyek kota baru Meikarta di Cikarang, Bekasi. Lewat proyek ini, CEO Lippo Group, James Riady menegaskan sektor properti menjadi salah satu motor penggerak pertumbuhan di tengah kondisi ekonomi yang sedang melambat.

"Apa yang sedang terjadi adalah seluruh dunia underperforming. Amerika, Eropa, Asia, Jepang, RRC, seluruhnya underperform, termasuk Indonesia. Karena itu kita harus tingkatkan performance bangsa kita," ujar James saat ditemui di Maxx Boxx, Cikarang, Sabtu (13/5/2017).

James menjelaskan, di setiap negara, sektor properti merupakan industri pendobrak perekonomian dan pembangunan. Selain itu, Perumahan juga mencukupi kebutuhan dasar dari setiap individu. Hal ini menurutnya menjadi peluang yang bisa ditangkap dari pasar Indonesia.

Baca juga: Lippo Bangun Kota Baru Meikarta Rp 278 T, Ini Sumber Dananya

"Di Indonesia, sektor properti belum mencapai taraf status seperti itu (menjadi motor penggerak pertumbuhan). Kami mengharapkan sektor ekonomi Indonesia bisa ditopang oleh salah satu fondasi besar yaitu properti," tutur James.

"Inilah yang kami harapkan, bisa mengambil bagian dalam hal ini sekaligus menginspirasi 100 developer besar lainnya untuk melakukan hal yang sama. Menawarkan produk berkualitas, lengkap dan di titik harga yang terjangkau untuk setiap warga Indonesia," tambahnya.

Lokasi Meikarta di Cikarang yang berada di tengah-tengah jantung perekonomian Indonesia, Jabodetabek dan Bandung lebih meyakinkan lagi. Sedikitnya 60% ekonomi Indonesia berada di kawasan Jakarta-Bodetabek-Bandung, dan 80% nya berada di pusat Bekasi-Cikarang dengan penduduk yang akan mencapai 20 juta dalam waktu 15-20 tahun ke depan.

Baca juga: Siapkan Rp 278 T, Bos Lippo Group Pede Bangun Kota Baru Meikarta

Di lokasi ini juga terdapat 6 kawasan industri di sekelilingnya yang menjadi sumber permintaan utama. Ribuan perusahaan perusahaan raksasa nasional dan multi-nasional pun berbasis disana dengan ratusan ribu staf dan karyawan kantor dan jutaan pekerja.

"Jadi di sini layak membuat suatu kota baru, modern, yang berkepribadian. Karena properti lesu itu terjadi karena tidak ada dobrakan, tidak ada pentolan yang terjun membangun sektor properti dengan kreatifitas, keberanian, dobrakan dan penuh energi," pungkasnya. (hns/hns)


Komentar ...
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: promosi[at]detikfinance.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed