Follow detikFinance Follow Linkedin
Sabtu, 22 Sep 2018 19:22 WIB

KPR Khusus Milenial akan Diluncurkan Awal Oktober 2018

Sylke Febrina Laucereno - detikFinance
Stan Bank BTN di Indonesia Property Expo 2018/Foto: Sylke Febrina Laucereno Stan Bank BTN di Indonesia Property Expo 2018/Foto: Sylke Febrina Laucereno
Jakarta - PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk (BTN) membidik kalangan milenial atau penduduk berusia muda guna menggenjot pertumbuhan Kredit Pemilikan Rumah (KPR).

Direktur Utama BTN Maryono mengatakan, untuk menyasar segmen tersebut, dalam waktu dekat BTN akan meluncurkan produk KPR khusus kaum milenial. Berdasarkan data Bappenas, hingga saat ini terdapat 90 juta penduduk Indonesia yang merupakan generasi milenial.

"Awal Oktober kita akan launching KPR milenial. Ini karena mereka pendapatannya tidak tetap dan juga senang yang praktis. Ini sudah kita pikirkan," ujar Maryono di Jakarta Convention Center (JCC) Senayan, Jakarta, Sabtu (22/9/2018).


Saat ini, kata Maryono, BTN telah menyediakan hunian yang cocok bagi kebutuhan kalangan milenial yang ingin serba praktis dan cepat yakni proyek Transit Oriented Development atau TOD.

"Kita kerja sama bangun TOD. Kita juga kerja sama bangun apartemen yang dekat dengan kampus. Ini juga sudah kita lakukan. Kemudian kita bangun perumahan yang ada coworking space-nya," ucapnya.

Maryono memastikan BTN berpartisipasi memberikan kredit konstruksi dan kredit pemilikan apartemen untuk proyek TOD milik Perumnas. Setelah TOD di Tanjung Barat, Bank BTN juga membidik proyek TOD Perumnas di Pondok Cina dan Stasiun Bogor.


Selain itu, BTN membuka sinergi dengan pengembang TOD lain, seperti PT PP Properti Tbk yang akan menggarap TOD Stasiun Juanda dan TOD Stasiun Tanah Abang, dan juga PT Adhi Karya (Persero) Tbk yang menggarap sejumlah proyek TOD bertajuk LRT City.

"Khusus wilayah Jakarta, hunian vertikal akan makin berkembang karena berdasarkan riset Housing Finance Center BTN, kebutuhan rumah di Jakarta dalam 13 tahun mendatang akan terus meningkat, akhir tahun 2030 kemungkinan backlog menembus sekitar 1,751 juta rumah, dan kemungkinan akan terjadi defisit karena laju pertumbuhan penduduk DKI yang tinggi namun lahan semakin sempit, rumah susun menjadi pilihan pengembang untuk ekspansi," kata Maryono. (kil/ara)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: promosi[at]detikfinance.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed