Follow detikFinance Follow Linkedin
Jumat, 08 Mar 2019 16:46 WIB

Program Sejuta Rumah Tersendat, PUPR: Pengembang Tunggu Harga Baru

Herdi Alif Al Hikam - detikFinance
Ilustrasi/Foto: Istimewa/Kementerian PUPR Ilustrasi/Foto: Istimewa/Kementerian PUPR
Jakarta - Dirjen Penyediaan Perumahan Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Khalawi Abdul Hamid mengatakan bahwa hingga kini masih banyak pengembang properti yang menahan dirinya untuk melakukan pembangunan perumahan.

Hal tersebut terjadi karena masih belum keluarnya kepastian harga rumah baru tahun 2019. Belum lagi Khalawi menilai tahun politik pun mendorong pengembang menahan dirinya.

"Memang 2018 kita bisa lampaui target ya, namun tantangan berat di 2019 ini, yang pertama adalah tahun politik ini. Karena pengembang juga mau lari kencang membangun tapi menahan, maka saya tanya Pak Eko ini harga rumah baru kapan turun, karena pengembang masih menahan stok, kenapa belum diturunin nih," ungkap Khalawi di Gedung Kementerian PUPR, Jakarta Selatan, Jumat (8/3/2019).


Menurutnya dengan kenyataan bahwa pengembang masih menahan diri, maka hal ini menjadi tantangan yang cukup besar dalam merealisasikan program sejuta rumah.

Untuk itu, Khalawi meminta harga rumah baru yang kini sudah masuk di Kementerian Keuangan untuk segera dipercepat penyelesaiannya dan diresmikan. Dengan begitu maka pengembang bisa mendapatkan kepastian untuk melanjutkan usahanya.

"Karena ini saja sudah sampai bulan ini masih 120-128-an (ribu), biasanya sudah 200-an. Maka saya minta Pak Eko agar harga baru bisa dipercepat, dijemput saja biar cepat," kata Khalawi.

"Pengembang itu tunggu harga rumah baru dan kepastian, soalnya mereka kalo nggak ada kepastian nanti mereka nggak bangun-bangun menahan terus," tegasnya.


Program Sejuta Rumah Tersendat, PUPR: Pengembang Tunggu Harga Baru
(ara/ara)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com