Follow detikFinance Follow Linkedin
Senin, 25 Mar 2019 16:35 WIB

Pembentukan Holding BUMN Perumahan Mundur Jadi Usai Pilpres

Danang Sugianto - detikFinance
Foto: Danang Sugianto Foto: Danang Sugianto
Jakarta - Para anggota holding BUMN Perumahan dan Pengembangan Kawasan telah mendapatkan persetujuan dari pemegang saham untuk melepaskan status perseronya. Namun hingga kini holding tersebut tak kunjung terbentuk.

Kementerian BUMN menargetkan Holding BUMN Perumahan dan Pengembangan Kawasan terbentuk pada pertengahan Februari 2019. Namun hingga kini belum ada kemajuan yang berarti.

Direktur Utama PT Wijaya Karya (Persero) Tbk (WIKA) Tumiyana mengatakan, hingga saat ini pembentukan holding masih dalam tahap persiapan. Dia menegaskan tidak ada kendala dalam proses pembentukan holding tersebut.

"Sekarang semua persiapan lagi dijalanin. Nggak ada kendalanya kok," ujarnya di WIKA Tower, Jakarta Timur, Senin (25/3/2019).


Meski begitu, Tumiyana mengakui bahwa target pembentukan Holding BUMN Perumahan dan Pengembangan Kawasan sedikit mundur. Saat ini holding tersebut diharapkan bisa terbentuk setelah Pilpres.

Dia tidak menjelaskan alasan kenapa target tersebut mundur. Tumiyana hanya mengatakan menunggu suasana yang tepat.

"Kita harapannya rampung setelah akhir Pilpres. Pemilu rampung mudah-mudahan juga rampung. Tinggal lihat suasananya," tegasnya.


Sebelumnya WIKA dan PT PP Tbk sudah melakukan RUPS dan telah mendapatkan persetujuan dari pemegang saham. Lalu Deputi Bidang Restrukturisasi Kementerian BUMN Aloysius Kiik Ro memperkirakan PP Holding Perumahan dan Pengembangan Kawasan keluar pada pertengahan bulan Februari. Setelah itu baru proses inbreng bisa dilakukan.

"Jadi seperti kata Bu Menteri BUMN, holding ini direncanakan pertengahan Februari. Kalau lebih cepat ya lebih bagus," ujarnya 27 Januari 2019.

Holding Perumahan dan Pengembangan Kawasan sendiri berisi 6 anggota di antaranya PT Wijaya Karya (Persero) Tbk, PT Pembangunan Perumahan (Persero) Tbk, PT Virama Karya (Persero), PT Amarta Karya (Persero), PT Indah Karya (Persero) dan PT Bina Karya (Persero). Holding ini akan dipimpin oleh Perum Perumnas.


Pembentukan Holding BUMN Perumahan Mundur Jadi Usai Pilpres
(das/ara)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com