Dua BUMN Keroyokan di Program Sejuta Rumah Non-Subsidi

Achmad Dwi Afriyadi - detikFinance
Minggu, 28 Jul 2019 10:30 WIB
Foto: Selfie Miftahul Jannah/detikFinance
Jakarta - Dua Badan Usaha Milik Negara (BUMN) keroyokan melakukan penyediaan hunian dalam program sejuta rumah yang dicanangkan Presiden Joko Widodo (Jokowi) sejak 2015 silam.

Hingga tahun 2018 sudah terdapat sekitar 22 ribu unit hunian terbangun secara nasional oleh Perumnas di mana sekitar 20-30% di setiap lokasi proyek Perumnas dialokasikan untuk tipe subsidi tanpa terkecuali.

Direktur Pemasaran Perum Perumnas Anna Kunti Pratiwi mengatakan, pihaknya tak hanya membangun hunian, namun tetap berusaha memastikan produk yang dibangun mudah diserap pasar. Salah satunya dilakukan dengan menggandeng Bank BUMN yang fokus pada pembiayaan perumahan, BTN.


Teranyar, keduanya membuat program pemberian subsidi bunga KPR/KPA sebesar 4,5% fix 1 tahun bagi konsumen yang melakukan pembelian produk berupa rumah atau apartemen dan melakukan akad kredit pada rentang waktu 18 Juli s/d 30 September 2019.

"Kami mengkhususkan program ini pada produk non-subsidi baik rumah maupun apartemen, dengan periode program dari 18 Juli hingga 30 September 2019," kata dia seperti dikutip Minggu (28/7/2019).

Dengan kata lain, masyarakat yang selama ini tak bisa mengakses rumah subsidi FLPP, bakal tetap memiliki alternatif pembiayaan hunian yang terjangkau.

Adapun proyek Perumnas yang ikut dalam program ini tersebar di 19 kabupaten/kota di seluruh Indonesia seperti Jabodetabek, Bogor, Semarang, Cilegon, Lampung, Cianjur, Solo dan lain sebagainya dengan jumlah total sekitar 12 ribu unit tersedia, terangnya.

"Kami menyambut baik dengan adanya sinergi BUMN ini," ungkap Direktur Consumer Banking PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk Budi Satria.

Selain mendapatkan bunga KPR/KPA yang relative murah, lewat kerja sama ini juga akan menambahkan beberapa fasilitas seperti bebas biaya provisi, bebas biaya administrasi, dan proses yang cepat.

Hingga 31 Maret 2019 Bank BTN masih mencatat kenaikan penyaluran kredit sebesar 19,57% secara tahunan (year-on-year/yoy) dari Rp 202,5 menjadi Rp 242,13 triliun.


Pertumbuhan kredit tersebut bersumber dari lini sektor perumahan dan non-perumahan. Di sektor perumahan, kredit tercatat tumbuh 19,11% yoy dari Rp184,46 triliun pada akhir Maret 2018 menjadi Rp 219,72 triliun di akhir Maret 2019.

Sementara itu, permintaan Kredit Pemilikan Rumah (KPR) Subsidi yang masih tinggi menjadi pendorong kuat kenaikan total kredit di segmen ini. Catatan keuangan Bank BTN merekam KPR
Subsidi naik 28,87% yoy dari Rp79,14 triliun per 31 Maret 2018 menjadi Rp101,99 triliun di periode
yang sama tahun ini.

Per triwulan I-2019, KPR Non-Subsidi pun naik sebesar 14,37% yoy menjadi Rp79,83 triliun. Dengan capaian tersebut, KPR emiten bersandi saham BBTN ini tumbuh sekitar 22,07% yoy menjadi Rp181,83 triliun pada 31 Maret 2019.

Simak Video "Lion Air Digugat Pailit, Dirut Serahkan Kasus ke Pengacara"
[Gambas:Video 20detik]
(dna/dna)