Ibu Kota Pindah ke Kalimantan, Bappenas Beberkan Kisi-kisi Lokasinya

Hendra Kusuma - detikFinance
Selasa, 20 Agu 2019 18:25 WIB
Foto: Grandyos Zafna
Jakarta - Ibu kota negara sudah dipastikan akan dipindahkan ke Pulau Kalimantan, setelah Presiden Jokowi meminta izin kepada Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) pada saat nota keuangan dan RAPBN tahun anggaran 2020.

Meski dipastikan pindah dari Pulau Jawa ke Pulau Kalimantan, Pemerintah hingga saat ini masih menutup rapat-rapat di mana lokasi persis yang bakal dipilih sebagai pusat pemerintahan baru menggantikan DKI Jakarta.

Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN) Bambang Brodjonegoro pun menyampaikan kriteria lokasinya.

"Kita cari lokasi di tengah, memang di air, di Selat Makassar. Antara Kalimantan dan Sulawesi nah kita harus mikir Kalimantan Timur atau Sulawesi Barat," kata Bambang di kantor Bappenas, Jakarta, Selasa (20/8/2019).



Bambang mengatakan calon ibu kota negara harus berada di tengah-tengah. Sebab, Indonesia merupakan negara yang besar.

Indonesia, kata Bambang, bukan hanya DKI Jakarta yang menanggung banyak beban. Mulai dari jumlah penduduk, perekonomian, hingga mengatasi soal kemacetan. Oleh karena itu, dipilihlah calon ibu kota baru harus berada di tengah-tengah.

"Jadi kalau Indonesia luas tentu ibu kota jaraknya tidak ekstrem dengan berbagai sudut wilayah. Kita cari lokasi di tengah memang di air, di Selat Makassar," ungkap Bambang.

Berdasarkan dari peta bencana, mantan menteri keuangan ini mengungkapkan bahwa Pulau Kalimantan menjadi salah satu wilayah yang paling aman dilalui jalur bencana.

"Coba lihat peta Pulau Jawa banyakan merahnya, Sulawesi ketutupan merah, Maluku, Papua semua merah, yang hijau cuma di Kalimantan. Akhirnya kita memutuskan dari peta strategis adalah Kalimantan, karena risiko gempa kecil yang ada bencana asap kebakaran hutan, itu pun hanya beberapa area lahan gambut," tegas Bambang.



Simak Video "Usai Masa Reses, RUU Ibu Kota Baru Akan Diserahkan ke DPR"
[Gambas:Video 20detik]
(hek/eds)