Lebih Mahal dari Pindah Ibu Kota, Butuh Rp 500 T Bikin Jakarta Nyaman

Hendra Kusuma - detikFinance
Selasa, 20 Agu 2019 20:38 WIB
Foto: Rachman Haryanto
Jakarta - Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN/Bappenas) Bambang Brodjonegoro mengungkapkan Gubernur Aneis Baswedan membutuhkan dana sekitar Rp 500 triliun untuk menjadikan DKI Jakarta sebagai kota yang nyaman ditempati.

Biaya itu lebih mahal ketimbang biaya yang dibutuhkan untuk membangun ibu kota baru yang menurut kajian Bappenas diperkirakan sebesar Rp 466 triliun.

Saat ini Jakarta terlalu banyak memikul beban yang seharusnya bisa dipikul oleh wilayah lain. Sebagai contoh saja, Jakarta menjadi pusat bisnis yang membuat banyak masyarakat mengadu nasib.

"Tadi siang rapat di Pak Wapres dihadiri juga oleh Gubernur DKI salah satunya kita membahas dari usulan DKI lebih dari Rp 500 triliun untuk membenahi Jakarta," kata Bambang di kantor Bappenas, Jakarta, Selasa (20/8/2019).


Dana yang lebih dari Rp 500 teiliun, kata Bambang akan dimanfaatkan mengatur kembali sistem transportasi, permukimakan, hingga infratruktur air bersih. Sekarang, Jakarta terkenal dengan kota terpadat ke sembilan di dunia.

Jakarta juga akrab dengan kemacetan yang jika dilihat lebih dalam memberikan banyak kerugian bagi masyarakat. Mulai rugi waktu, BBM, ditambah lagi udara yang tidak sehat alias polusi dari banyaknya kendaraan.

"Jadi memang Jakarta harus tetap dibuat menjadi more liveable city sehingga menarik jadi kota bisnis regional bisa bersaing dengan Singapura, Kuala Lumpur, maupun Bangkok," ungkap dia.





Simak Video "Korea Selatan Berminat Bantu Pembangunan Ibu Kota Baru"
[Gambas:Video 20detik]
(hek/dna)