Follow detikFinance Follow Linkedin
Minggu, 25 Agu 2019 08:30 WIB

Harga Hunian TOD Naik 20% Jelang Uji Coba LRT Jabodebek

Achmad Dwi Afriyadi - detikFinance
Foto: Apartemen Nempel Stasiun LRT Jabodebek (Istimewa/dok. Adhi Karya) Foto: Apartemen Nempel Stasiun LRT Jabodebek (Istimewa/dok. Adhi Karya)
Jakarta - LRT Jabodebek ruas Cibubur-Cawang akan dioperasikan sebelum akhir tahun 2019. Artinya, LRT tak harus menunggu semua rute rampung.

Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Rini Soemarno mengatakan, pada awal September akan diuji coba satu rangkaian kereta. Kemudian, akhir September atau awal Oktober datang lagi tiga rangkaian kereta untuk uji coba.

Setelah uji coba, maka LRT Jabodebek Cibubur-Cawang bisa digunakan masyarakat.


Sejalan dengan mulai rampungnya LRT Jabodebek rute Cibubur-Cawang, PT Adhi Karya lewat anak usahanya, PT Adhi Commuter Properti (ACP) juga berupaya menyelesaiak fasilitas penunjang berupa hunian berkonesep Transit Oriented Transit Oriented Development (TOD) alias nempel stasiun LRT.

Salah satunya adalah apartemen Royal Sentul Park yang telah topping off tower pertama pekan lalu. Hunian berkonsep TOD itu berdiri di atas lahan seluas 14,8 Ha, di Jalan Raya Sentul, Kadumanggu, Bogor, Jawa Barat, yang dibangun oleh ADHI sebagai proyek Transit Oriented Development (TOD) LRT City.

Untuk memuluskan proyek tersebut, anak usaha PT Adhi Karya itu menggelontorkan biaya investasi sebesar Rp 12,2 triliun yang akan terdiri dari delapan tower apartemen 34 lantai dengan total seluruhnya kurang lebih 10 ribuan unit, dua tower office, tower rumah sakit, universitas, dan lainnya.

Tower pertama ini merupakan bagian dari pengembangan tahap pertama dengan investasi Rp 2 triliun yang juga mencakup fasilitas komersial seluas 147.121 m2 terdiri dari lifestyle mall, shopping arcade, culinary street, thematic shop house, community plaza dan sebagainya.

Tower pertama Royal Sentul Park yang sudah melakukan topping off ini sudah terjual kurang lebih 900 unit. Tipe unitnya mulai studio (22,7 m 2 ) Rp 407 juta, 1 kamar tidur (35,5 m 2 ) Rp 600 jutaan, dan 2 kamar tidur (50 m 2 ) mulai Rp 800 jutaan dengan tipikal unit mayoritas tipe studio.

"Semua tipe rata-rata harganya naik 20% sejak launching atau sekitar Rp 100 jutaan untuk tipe studio," Project Marketing Manager Royal Sentul Park Annisa Rizky Fadlillah dalam keterangannya, Minggu (25/8/2019).


Targetnya, penjualan tahun ini bisa mencapai 85% untuk kemudian dipasarkan tower kedua sehingga nanti setelah sarana LRT beroperasi, proyek ini juga sudah siap menampung
bangkitan penumpang dari aktivitas pengguna LRT.

Dengan kemudahan akses LRT di tahap 2 membuat Royal Sentul Park menjadi proyek yang sangat digemari oleh masyarakat, terlebih dengan banyaknya nilai tambah (added value) dari konsep pengembangan TOD dari proyek ini.

Nantinya, dengan sarana LRT dapat menumbuhkan perekonomian yang dampaknya akan sangat positif bagi kawasan di sekitar stasiun.

"Transportasi masal maupun TOD itu konsep lifestyle modern kota-kota yang ada di dunia dan juga sudah kita mulai di kawasan Jabodetabek. Kita bisa lihat kereta komuter, moda raya terpadu (MRT), hingga nanti LRT menjadi lifestyle bertransportasi masyarakat modern perkotaan yang akan menggantikan kendaraan pribadi," tandas dia.

Simak Video "Asyik! November 2019, LRT Siap Beroprasi"
[Gambas:Video 20detik]
(dna/dna)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com