Follow detikFinance Follow Linkedin
Minggu, 22 Sep 2019 15:55 WIB

Bunga Bank Selangit, Pengembang Nilai DP Rumah Turun Kurang Nendang

Trio Hamdani - detikFinance
Foto: dok. BTN Foto: dok. BTN
Jakarta - Bank Indonesia (BI) menurunkan uang muka atau down payment (DP) untuk kredit pemilikan rumah (KPR) sebesar 5%. Tapi menurut pengembang yang tergabung dalam Real Estat Indonesia (REI), pelonggaran tersebut kurang nendang karena bunga bank masih tinggi.

Sekjen REI Totok Lusida mengatakan, bunga bank saat ini masih dianggap ketinggian lantaran selisihnya cukup jauh dengan suku bunga acuan BI 7-Day Reverse Repo Rate sebesar 5,25%. Oleh karenanya, paling mentok pertumbuhan KPR cuma 2%.

"Ya (penurunan DP KPR) pengaruhnya antara 2% lah. Kalau spreadnya (selisih bunga bank dan bunga BI) turun, nah itu pengaruhnya gede (ke pertumbuhan KPR)," kata dia saat dihubungi detikcom, Minggu (22/9/2019).

Dia menyebutkan, saat ini bunga bank masih di atas single digit. Hal itu memang benar adanya. Berdasarkan catatan detikcom, bunga KPR BTN 10,75%, Bank Mandiri 10,25%, BNI 10,50%. Bahkan menurut Totok bunga bank ada yang memyentuh 12%.

"(Bunga bank) masih kan sekitar 12% ya, bahkan ada yang 14%," sebutnya.

Oleh karenanya, ketika bunga bank dinilai ketinggian, orang-orang akan lebih memilih menaruh uangnya ke deposito maupun pasar saham, ketimbang sektor riil seperti properti.

"Nah sekarang ini orang ini naruh duitnya di deposito, di bursa saham, harusnya ini bisa diputar di ekonomi riil kan. Nah untuk kegiatan itu yang pertama kalau kita ngomong bank spread antara BI Rate dengan kredit itu terlalu besar gitu lho," tambahnya.

Simak Video "Dear Milenial, Ini Solusi Siasati DP Rumah Saat Ambil KPR"
[Gambas:Video 20detik]
(toy/dna)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com