Follow detikFinance Follow Linkedin
Kamis, 03 Okt 2019 16:36 WIB

Ada Gedung Tua di Kawasan Bakal Markas BUMN, Bagaimana Nasibnya?

Achmad Dwi Afriyadi - detikFinance
Foto: Hendra Kusuma-detikFinance Foto: Hendra Kusuma-detikFinance
Jakarta - Beberapa Badan Usaha Milik Negara (BUMN) akan mengembangkan BUMN Center. BUMN Center sendiri merupakan kawasan terintegrasi di mana Kantor Kementerian BUMN akan terhubung dan diapit tiga gedung tinggi yakni di kanan-kiri dan bagian belakang.

Nah, di bagian belakang Kementerian BUMN sendiri yakni di Jalan Kebon Sirih terdapat Kantor PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk yang merupakan kantor peninggalan zaman Belanda. Kantor tersebut masuk di dalam kawasan BUMN Center.

Bagaimana nasibnya nanti?


Direktur Utama Garuda Indonesia, I Gusti Ngurah Askhara Danadiputra atau Ari Askhara mengatakan, gedung tersebut memang berusia sangat tua. Bahkan, diperkirakan dibangun pada akhir abad 17 atau awal abad 18. Sehingga, gedung itu merupakan gedung bersejarah.

"Jadi gedung kita sendiri heritage, dokumennya sudah tidak ada lagi, yang terecord 1940. Tapi, kita yakin usia building didirikan abad 17 akhir atau 18 awal," katanya di Kementerian BUMN Jakarta, Kamis (3/10/2019).

Meski jadi kawasan BUMN Center, ia memastikan tidak ada perubahan struktur pada bangunan bersejarah tersebut.

"Saya pastikan heritage nggak ada diubah strukturnya, tapi dilengkapi belakangnya gedung modern," jelasnya.


Pada kesempatan yang sama, Direktur Utama PT PP (Persero) Tbk Lukman Hidayat mengatakan, Kantor Garuda memang merupakan situs warisan. Dia bilang, dalam pembangunan akan tetap berdasarkan izin dari Pemerintah Provinsi DKI Jakarta.

"Memang, gedung Garuda heritage kita sedang proses dibangun seperti digambar tadi dengan memperhatikan Dinas Pariwisata DKK, tetap harus ada, apa yang boleh diubah apa, sedang berjalan," jelasnya.

Pengembangan kawasan BUMN Center ini melibatkan beberapa BUMN yakni PT PP, PT Danareksa (Persero), PT Telekomunikasi Indonesia (Persero) Tbk, dan PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk. Nilai proyek tersebut mencapai Rp 2 triliun.

"Tiga bangunan, tiga kawasan ini nilainya sekitar lebih dr Rp 2 triliun, termasuk kita memperbaiki di tengah depan Kementerian BUMN kita perbaiki," tutupnya.

Simak Video "Eks Dirut BRI Tolak Dirombak Jadi Bos BTN"
[Gambas:Video 20detik]
(dna/dna)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com