Pengunjung Mal Turun 50% Gegara Corona, Pelapak Tutup Toko?

Soraya Novika - detikFinance
Sabtu, 14 Mar 2020 22:35 WIB
Mal Grand Indonesia Sepi di Tengah Virus Corona
Foto: Soraya Novika/detikcom
Jakarta -

Himpunan Penyewa Pusat Perbelanjaan Indonesia (HIPPINDO) membenarkan adanya penurunan pengunjung ke pusat perbelanjaan di DKI Jakarta sejak kasus virus corona melonjak tajam di Indonesia. Bahkan menurut Ketua Umum Hippindo Budihardjo Iduansjah penurunan kunjungan mal di seluruh Jakarta hari ini sudah mencapai 50% dari normalnya.

"Pengunjung mal hari ini drop. Hari ini (turun) 50% yang di DKI (pengunjung mal)," ungkap Budihardjo kepada detikcom, Sabtu (14/3/2020).

Meski demikian, belum ada gerai ritel yang tutup akibat penurunan tersebut. Akan tetapi, pihaknya tetap bakal mengambil tindakan pencegahan agar hal itu tidak terjadi di kemudian hari.

"Belum ada (yang tutup). Tapi, Senin nanti kita rapat dengan APPBI, sudah ada rencana untuk menanggulangi ini, tindakan preventif apa yang bakal diambil bersama ke depan seperti apa dibahas di sana," pungkasnya.

Dihubungi terpisah, Corporate Communications Grand Indonesia Annisa Hazarini juga mengakui adanya penurunan pengunjung di pusat perbelanjaan tersebut. Sejak ada beberapa warga Indonesia yang dinyatakan positif corona, kunjungan ke mal itu anjlok hingga 15% per hari.

"Penurunan fluktuatif sekitar 10-15%," ujar Annisa kepada detikcom.

Padahal, sebelumnya kunjungan ke Grand Indonesia setiap harinya bisa mencapai 70.000 orang, sehingga penurunan kali ini dirasa cukup memberatkan bagi para tenant yang ada di pusat perbelanjaan tersebut.

"Kunjungan kami per hari di weekdays sekitar 56.000-60.000 dan weekends 65.000-70.000 orang," sambungnya.

Akan tetapi, sejauh ini belum ada gerai ritel di Grand Indonesia yang membatalkan perpanjangan kontrak sewa di sana.

"Tidak ada, tenant kami buka semua seperti biasa," ungkapnya.

Upaya pencegahan yang kini sudah dilaksanakan Grand Indonesia untuk menanggulangi penurunan pengunjung di sana adalah memastikan setiap sudut pusat perbelanjaan itu tetap bersih sehingga pengunjung tetap merasa nyaman.

"Yang pasti di tengah situasi ini, kami ingin tetap memastikan para customer nyaman berada di GI seperti menyediakan hand sanitizer di setiap lantai, meningkatkan frekuensi pembersihan dari biasanya, terutama pada area-area yang bersentuhan langsung dengan customer seperti pegangan pintu, eskalator, tombol lift, railing, toilet dan lainnya," pungkasnya.



Simak Video "Pasien Corona di Mamuju Kabur: Dijemput Petugas, Dilawan Keluarga!"
[Gambas:Video 20detik]
(ara/ara)