19 Juta Pekerja Properti Terdampak Corona, Pemerintah Harus Apa?

Soraya Novika - detikFinance
Kamis, 14 Mei 2020 16:12 WIB
Optimistis Pembangunan Apartemen di Luar Jakarta

Pekerja menyelesailan Topping off proyek apartemen
Progres pembangunan proyek properti apartemen Podomoro Golf View di Depok, Jawa Barat, Senin (23/10/2017). Harga hunian, khususnya apartemen di Jakarta yang semakin mahal menjadikan pengembang properti di sisi luar Jakarta optimis apalagi dengan keberadaan jalan TOL lingkar luar (JORR) dan LRT yang terus dikembangkan untuk sarana transportasi. Grandyos Zafna/detikcom

-. Pengembang PT Graha Tunas Selaras, entitas anak PT Agung Podomoro Land Tbk (APLN) melakukan prosesi tutup atap atau topping off Tower Balsa. Ini merupakan menara kedua dari rencana 25 menara di atas lahan seluas hampir 60 hektare yang akan dibangun secara bertahap. Hunian terpadu yang akan terdiri dari sekitar 37.000 unit apartemen ini terintegrasi sistem kereta ringan atau LRT.
Ilustrasi/Foto: Grandyos Zafna
Jakarta -

Ketua Bidang Properti Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo), Sanny Iskandar mengungkapkan bahwa setidaknya ada 19 juta pekerja di sektor properti yang terdampak langsung dan tak langsung sejak adanya virus Corona. Jumlah itu sudah termasuk pekerja dari perusahaan pengembang Tbk, MBR, non MBR dan non Tbk.

"Total di sektor properti itu ada sekitar 19.167.463 karyawan yang terdampak baik di perusahaan Tbk itu ada kurang lebih 44.738 karyawan termasuk anak-anak perusahaannya kemudian yang di perusahaan MBR total itu ada 327.625 dan yang non MBR non Tbk itu kurang lebih 18.785.100," kata Sanny dalam telekonferensi, Kamis (14/5/2020).

Sedangkan jumlah pekerja di sektor lain yang masih bersinggungan dengan sektor properti terdampak Corona mencapai 11.176.471 orang.

"Total ada 11,17 juta karyawan terdiri dari 38 sektor terkait langsung ada 3,8 juta pekerja dan 137 industri tidak terkait langsung totalnya sekitar 7,3 juta karyawan," sambungnya.

Dengan demikian, total pekerja terdampak Corona di sektor properti dan sektor terkait properti mencapai 30.343.934 orang.

"Jadi totalnya 30,3 juta karyawan yang mengalami dampak langsung maupun tidak langsung daripada situasi yang ada pada saat ini," imbuhnya.

Hal ini menunjukkan betapa terpuruknya sektor properti di tengah pandemi Corona tersebut. Untuk itu, pihaknya berharap pemerintah bisa memberi perhatian lebih kepada sektor ini sebab bisnis ini merupakan tempat bergantung banyak masyarakat Indonesia.

"Jadi harapan kita kebijakan-kebijakan yang terintegrasi dari pemerintah baik yang terkait dengan masalah pendanaan untuk usaha masalah perizinan, masalah pertanahan, masalah perpajakan dan juga masalah kepemilikan properti ini kita harapkan mendapat perhatian yang lebih minimal di dalam struktur kementerian dulu karena kita melihat ada kementerian yang khusus menangani masalah perumahan," tutupnya.



Simak Video "Sebaran Kasus Aktif Corona RI Per 4 Oktober, Terbanyak di Jakarta"
[Gambas:Video 20detik]
(ara/ara)