2.750 Rumah Tak Layak Huni Bakal Disulap Jadi Homestay

Anisa Indraini - detikFinance
Jumat, 26 Jun 2020 22:00 WIB
Labuan Bajo menjadi salah satu destinasi primadona wisatawan domestik dan mancanegara. Tak heran daerah ini menjadi fokus destinasi wisata Bali baru.
Foto: Dikhy Sasra
Jakarta -

Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) akan mendorong Program Sarana Hunian Pariwisata (Sarhunta) di sejumlah Kawasan Strategis Pariwisata Nasional (KSPN). Dengan ini, 2.750 unit rumah tidak layak huni akan dijadikan homestay yang menarik bagi wisatawan untuk berkunjung ke sejumlah lokasi pariwisata di Indonesia.

"Kami akan berupaya untuk merubah wajah rumah-rumah di daerah KSPN agar mampu menarik para wisatawan lokal maupun asing untuk datang melalui Program Sarhunta ini," ujar Direktur Jenderal Perumahan, Khalawi Abdul Hamid melalui keterangan resmi yang dikutip detikcom, Jumat (26/6/2020).

Berdasarkan arahan Presiden Joko Widodo (Jokowi), pihaknya ditugaskan untuk mengembangkan KSPN guna menggerakkan perekonomian masyarakat pasca pandemi COVID-19. Pembangunan rumah swadaya bukan berupa spot-spot, tapi harus berkelompok dan mampu merubah wajah gerbang masuk KSPN di Indonesia.

"Kami targetkan pembangunan homestay dapat selesai tahun ini dan melaksanakan pembangunan rumah swadaya dengan mengikuti protokol kesehatan," terangnya.

Program ini juga untuk mengantisipasi meningkatnya wisatawan ke lokasi KSPN dan mendukung tatanan new normal di Indonesia. Beberapa lokasi KSPN yang akan menjadi tujuan fasillitasi pembangunan dan pengembangan rumah swadaya antara lain Borobudur, Danau Toba, Mandalika, Labuan Bajo dan Likupang.

"Total rumah yang akan menjadi target Program Sarhunta berada di KSPN Danau Toba (1.000 unit), Borobudur (350 unit), Mandalika (500 unit), Labuan Bajo (600 unit), dan Likupang (300 unit). Total anggaran yang akan disalurkan dalam Program Sarhunta sebesar Rp 429,23 miliar," terangnya.

Pembangunan ini akan dibagi menjadi dua yakni peningkatan kualitas rumah tidak layak huni menjadi layak huni sebagai Sarhunta serta peningkatan kualitas rumah tidak layak huni disepanjang koridor menuju lokasi pariwisata. Jumlah bantuan yang akan disalurkan untuk program peningkatan kualitas tersebut sebesar Rp 90 juta.

Sedangkan yang kedua adalah pembangunan rumah baru, pembangunan kembali ataupun perbaikan rumah tradisional di kawasan pariwisata dengan jumlah bantuan maksimal Rp 180 juta.

Desain bangunan nantinya dimodifikasi menjadi lebih modern namun tetap mencerminkan adat daerah yang bersangkutan dan tidak meninggalkan kearifan lokal.

"Kami akan menyalurkan Program Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS) untuk meningkatkan kualitas rumah dan pembangunan rumah baru bagi masyarakat yang tinggal di sekitar KSPN tersebut. Rumah swadaya yang dibangun Kementerian PUPR akan dijadikan homestay bagi wisatawan," imbuhnya.



Simak Video "Geliat Homestay di Natuna, Songsong Pariwisata Mendunia"
[Gambas:Video 20detik]
(dna/dna)