Cicilan KPR di Bawah Rp 500 Juta Masih Lancar Meski Dihajar Corona

Vadhia Lidyana - detikFinance
Senin, 24 Agu 2020 18:05 WIB
PT Bank Tabungan Negara (Persero) BTN menargetkan raup izin Prinsip KPR untuk subsidi maupun non subsidi, sebesar Rp 3 T dengan target booked sebesar Rp 1 T untuk bidik pasar milenial.
Foto: Rachman Haryanto
Jakarta -

Pembiayaan unit usaha syariah (UUS) PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk masih tumbuh di tengah pandemi Corona. Total pembiayaan syariah pada Juli 2020 tercatat sebesar Rp 23,97 triliun, naik sebanyak 3,5% dibanding Juli 2019 sebesar Rp 23,16 triliuan.

Dari pembiayaan itu, kredit pemilikan rumah (KPR) masih tumbuh sebanyak 9,29%, dari Rp 18,69 triliun menjadi Rp 20,42 triliun.

Direktur Operation, IT and Digital Banking Bank BTN, Andi Nirwoto mengatakan, pertumbuhan KPR yang cukup tinggi terjadi pada KPR non subsidi. KPR non subsidi tumbuh 12,46%, dari Rp 7,20 triliun menjadi Rp 8,10 triliun.

Lanjutnya, pertumbuhan KPR non subsidi terutama didorong oleh pembelian rumah di bawah Rp 500 juta.

"Rp 500 juta ke bawah masih lancar, rata-rata saya Rp 300 juta, masih kenceng, di konvensional juga saya melihat masih kenceng," ujarnya di Kantor Pusat Bank BTN, Jakarta, Senin (24/8/2020).

Ia menjelaskan, pembelian rumah non subsidi tergantung dengan kondisi ekonomi. Menurutnya, untuk rumah di atas Rp 500 juta cenderung untuk investasi.

"Non subsidi ini memang tergantung pada demand side kalau PDB, Rp 500 juta ke atas motivasi orang investasi," terangnya.

Sementara, KPR subsidi tumbuh 7,30% dari Rp 11,48 triliun menjadi Rp 12,32 triliun. Penyaluran KPR subsidi ini sempat terhambat karena terbatasnya kuota.

"Kemarin terhambatnya karena kuota," sambungnya.

(dna/dna)