3 Fakta Menarik Rumah di Gang Cipulir yang Mendunia

Herdi Alif Al Hikam - detikFinance
Senin, 21 Sep 2020 17:30 WIB
Rumah kecil di dalam gang Ibu Kota curi atensi dunia. Rumah ini dinobatkan sebagai Small Architecture+ Small Living by People Choice di ajang Architizer Award.
Foto: Istimewa/Dok. Fernando Gomulya via Delution.co.id

2. Material yang Ekonomis

Material yang digunakan di rumah tersebut tidak ada yang spesial. Bahkan materialnya pun cenderung mudah ditemukan dan bisa didapatkan dengan harga murah.

Pada pembuatan lantai misalnya, pihaknya bahkan tidak mengeluarkan uang banyak untuk keramik, pasalnya lantai rumah The Twins cuma berupa acian semen mentah bagai rumah di kampung zaman dahulu.

"Kita gunakan material yang umum dipakai, nggak ada yang aneh-aneh, tekniknya juga nggak aneh-aneh. Ini nih kayak lantainya aja ini, cuma acian mentah biasa aja, nggak pakai keramik kan kayak rumah-rumah Jawa zaman dulu begini kan," jelas Egha.

Kemudian di dinding depan pun pihaknya tidak menggunakan material yang sulit ditemui. Dia bercerita dinding di depan rumah cuma memaksimalkan teknik kamprot untuk membentuk tekstur tembok yang terlihat natural.

"Nah dinding depannya juga yang kelihatan keren, padahal ini biasa aja, cuma pakai teknik kamprot, jadi kesannya natural aja," ungkap Egha.

Bahkan uniknya lagi, pada salah satu pintu di dalam rumah The Twins ada yang cuma dibuat dari triplek. Padahal, umumnya paling minim membuat pintu dengan material kayu HPL.

"Malah ini pintunya aja ada yang cuma pakai triplek lho, cuma treatmentnya beda, kita yang cariin tripleknya cari yang kualitasnya bagus, yang warnanya cerah. Malah ini biasanya minim-minimnya orang pakai HPL lho buat pintu, kita triplek aja bisa bagus," ujar Egha.

3. Pemanfaatan Ruang Sempit

Egha mengungkapkan rahasianya dalam membangun rumah mungil ini, kuncinya adalah mengakali lahan sempit. Dia menyebutkan ada 3 tips untuk mengakali lahan yang sempit dalam membangun rumah.

Tips yang pertama adalah memperbanyak bukaan, hal ini dilakukan untuk membuat sirkulasi udara dan pencahayaan bisa masuk ke dalam rumah. Paling mudah menurutnya dengan cara memperbanyak jendela dan pintu yang bisa dibuka.

"Ada beberapa tipsnya, salah satunya itu adalah memaksimalkan bukaan di dalam rumah. Jadi bukaan tuh kayak gini nih, banyak pintu, jendela. Dengan begitu kan terang, cahaya masuk, matahari masuk, jadi rumah nggak sumpek, nggak sempit," ungkap Egha.

Kemudian tips berikutnya adalah memilih compact furniture di dalam rumah, maksudnya furnitur yang fleksibel. Salah satunya adalah barang-barang yang bisa dilipat.

Sebagai contoh, di dalam rumah The Twins sendiri ada meja makan yang bisa dilipat apabila tidak sedang digunakan. Bentuk mejanya menempel di tembok tanpa kaki meja.

Untuk menimbulkan kesan luas, Egha juga menyarankan penggunaan elemen kaca dan cermin di dalam rumahnya. Hanya saja, untuk yang satu ini cukup memakan biaya.

Pada The Twins sendiri, Egha menjelaskan penggunaan elemen kaca banyak diaplikasikan pada jendela dan beberapa pintu di dalam rumah.

"Kemudian kalau ada budget lebih main pakai kaca, main cermin. Soalnya kalau kaca itu bisa membuat kesan ruangan lebih terasa luas. Makanya di sini pun kami juga sedikit banyak penggunaan kaca, di sini ada pintu kaca juga," urai Egha.

Halaman

(fdl/fdl)