3 Fakta Menarik Rumah di Gang Cipulir yang Mendunia

Herdi Alif Al Hikam - detikFinance
Senin, 21 Sep 2020 17:30 WIB
Rumah kecil di dalam gang Ibu Kota curi atensi dunia. Rumah ini dinobatkan sebagai Small Architecture+ Small Living by People Choice di ajang Architizer Award.
Foto: Istimewa/Dok. Fernando Gomulya via Delution.co.id
Jakarta -

Sebuah rumah mungil di tengah pemukiman padat ibu kota diganjar penghargaan dunia. Rumah yang letaknya di dalam salah satu gang sempit di kawasan Cipulir, Jakarta Selatan ini berhasil memenangi penghargaan Small Architecture+ Small Living by People Choice pada ajang Artichizer Award 2020.

The Twins pun dibangun di lahan yang cuma seluas 70 meter persegi. Perusahaan arsitek Delution, menjadi pihak di balik ciamiknya desain The Twins yang berhasil menyita perhatian dunia. Rumah ini berbentuk dua bangunan yang berdiri saling berdampingan di dalam satu petak tanah.

Berikut ini 3 fakta menarik dari The Twins.

1. Filosofi Kakak Beradik

CEO Delution Muhammad Egha bercerita rumah ini terinspirasi dari dua orang kakak beradik, yang merupakan pemilik rumah tersebut.

Egha mengatakan kedua kakak beradik itu hidup bersama dalam satu rumah. Berangkat dari situ, pihaknya pun berpikiran untuk mendesain dan membentuk rumah itu berupa dua bangunan yang berdiri berdampingan dalam satu petak.

"Jadi untuk mengakomodir dua kakak beradik ini kami buatlah The Twins, nah namanya kakak beradik kan hubungannya bisa naik dan turun, maka kami buat dua bangunan yang cuma terpisah 1 meter oleh sebuah pintu kaca" ujar Egha saat berbincang bersama detikcom di kantornya, bilangan Bintaro, Tangerang Selatan.

Dua bangunan The Twins ini bentuknya tidak mirip, ada satu bangunan yang lebih tinggi dari bangunan satu lagi. Menurut Egha, yang juga ikut dalam tim desain The Twins, bagai melambangkan kakak dan adik yang sedang bergandengan.

"Kalau bicara filosofinya ya karena ini kakak beradik ada dua rumah kembar berdekatan, kayak kalau dilihat ini kan ada rumah yang pendek ada yang tinggi, ini kayak kakak gandeng adiknya aja, ungkap Egha.

2. Material yang Ekonomis

Material yang digunakan di rumah tersebut tidak ada yang spesial. Bahkan materialnya pun cenderung mudah ditemukan dan bisa didapatkan dengan harga murah.

Pada pembuatan lantai misalnya, pihaknya bahkan tidak mengeluarkan uang banyak untuk keramik, pasalnya lantai rumah The Twins cuma berupa acian semen mentah bagai rumah di kampung zaman dahulu.

"Kita gunakan material yang umum dipakai, nggak ada yang aneh-aneh, tekniknya juga nggak aneh-aneh. Ini nih kayak lantainya aja ini, cuma acian mentah biasa aja, nggak pakai keramik kan kayak rumah-rumah Jawa zaman dulu begini kan," jelas Egha.

Kemudian di dinding depan pun pihaknya tidak menggunakan material yang sulit ditemui. Dia bercerita dinding di depan rumah cuma memaksimalkan teknik kamprot untuk membentuk tekstur tembok yang terlihat natural.

"Nah dinding depannya juga yang kelihatan keren, padahal ini biasa aja, cuma pakai teknik kamprot, jadi kesannya natural aja," ungkap Egha.

Bahkan uniknya lagi, pada salah satu pintu di dalam rumah The Twins ada yang cuma dibuat dari triplek. Padahal, umumnya paling minim membuat pintu dengan material kayu HPL.

"Malah ini pintunya aja ada yang cuma pakai triplek lho, cuma treatmentnya beda, kita yang cariin tripleknya cari yang kualitasnya bagus, yang warnanya cerah. Malah ini biasanya minim-minimnya orang pakai HPL lho buat pintu, kita triplek aja bisa bagus," ujar Egha.

3. Pemanfaatan Ruang Sempit

Egha mengungkapkan rahasianya dalam membangun rumah mungil ini, kuncinya adalah mengakali lahan sempit. Dia menyebutkan ada 3 tips untuk mengakali lahan yang sempit dalam membangun rumah.

Tips yang pertama adalah memperbanyak bukaan, hal ini dilakukan untuk membuat sirkulasi udara dan pencahayaan bisa masuk ke dalam rumah. Paling mudah menurutnya dengan cara memperbanyak jendela dan pintu yang bisa dibuka.

"Ada beberapa tipsnya, salah satunya itu adalah memaksimalkan bukaan di dalam rumah. Jadi bukaan tuh kayak gini nih, banyak pintu, jendela. Dengan begitu kan terang, cahaya masuk, matahari masuk, jadi rumah nggak sumpek, nggak sempit," ungkap Egha.

Kemudian tips berikutnya adalah memilih compact furniture di dalam rumah, maksudnya furnitur yang fleksibel. Salah satunya adalah barang-barang yang bisa dilipat.

Sebagai contoh, di dalam rumah The Twins sendiri ada meja makan yang bisa dilipat apabila tidak sedang digunakan. Bentuk mejanya menempel di tembok tanpa kaki meja.

Untuk menimbulkan kesan luas, Egha juga menyarankan penggunaan elemen kaca dan cermin di dalam rumahnya. Hanya saja, untuk yang satu ini cukup memakan biaya.

Pada The Twins sendiri, Egha menjelaskan penggunaan elemen kaca banyak diaplikasikan pada jendela dan beberapa pintu di dalam rumah.

"Kemudian kalau ada budget lebih main pakai kaca, main cermin. Soalnya kalau kaca itu bisa membuat kesan ruangan lebih terasa luas. Makanya di sini pun kami juga sedikit banyak penggunaan kaca, di sini ada pintu kaca juga," urai Egha.

(fdl/fdl)