Uang Sewa Mandek, Pengusaha Properti di AS Pening

Aulia Damayanti - detikFinance
Selasa, 22 Sep 2020 12:05 WIB
The state flag of the U.S. flies outside the building of the countrys consulate-general in St. Petersburg, Russia March 29, 2018. REUTERS/Anton Vaganov
Ilustrasi/Foto: Dok. Reuters
Jakarta -

Pengusaha properti di Amerika Serikat berada dalam posisi keuangan yang kian buruk. Hal itu disebabkan mandeknya uang sewa di tengah anjloknya ekonomi dan tingginya pengangguran di Amerika imbas COVID-19.

Dikutip dari CNBC.com, Selasa (22/9/2020) menurut peneliti di Proyek Hamilton Brookings Institution mengatakan sekitar sepertiga dari pengusaha properti individu yang memiliki properti rumahan berpenghasilan kurang dari US$ 90.000 setara Rp 1 miliar (kurs Rp 14.700) setahun keuangan mereka terpuruk akibat pandemi COVID-19.

Bahkan pengusaha dengan penghasilan kurang dari US$ 50.000 (Rp 739 juta) juga tedampak. Pengusaha seperti itu biasanya memperoleh bagian yang lebih besar dari pendapatan mereka.

Menurut Wendy Edelberg, Direktur Proyek Hamilton mengatakan, kondisi saat ini memprihatinkan, karena jutaan pekerja menganggur namun mengalami kesulitan membayar sewa hunian beberapa bulan.

Menurut survei Biro Sensus per Agustus lalu lebih dari 8 juta orang Amerika belum membayar sewa. Sekitar 77% orang melaporkan mereka sulit bayar sewa karena tidak adanya pendapatan rumah tangga. Bahkan sekitar 14,5 juta penyewa mengatakan mereka tidak yakin akan mampu membayar bulan berikutnya.

Kantor Akuntabilitas Pemerintah AS mengatakan pengusaha properti kemungkinan akan melakukan penahanan atau penyitaan pada hunian. Mengingat sejumlah pengusaha properti individu telah kehilangan pekerjaan dan pendapatan mereka.

The Centers for Disease Control and Prevention atau Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit mengeluarkan larangan penggusuran hunian. Mengingat sejumlah penyewa mengalami keterpurukan ekonomi akibat pandemi COVID-19.

(hns/hns)