Promosinya Murah, Padahal Rumah DP Rp 0 Bukan untuk Masyarakat Kecil

Herdi Alif Al Hikam - detikFinance
Jumat, 16 Okt 2020 20:45 WIB
Rumah DP Rp 0
Foto: Trio Hamdani

Pengamat properti Ali Tranghanda, juga mengatakan hal yang sama, pemilihan pasar menjadi masalah utama program ini. Menurutnya, pemilihan pasar rumah DP Rp 0 masih kurang luas.

Dia menilai permintaan rumah MBR memang banyak, hanya saja yang jadi masalah adalah aturan wajib warga DKI Jakarta dengan kepemilikan KTP Jakarta. Pasalnya pasar MBR khusus untuk masyarakat di Jakarta masih terbatas.

"Mestinya memang dibuka minimal Jabodetabek Banten, karena memang di DKI kalangan MBR-nya terbatas juga daya belinya," ungkap Ali kepada detikcom.

Menurutnya bila masyarakat di luar KTP DKI Jakarta diizinkan untuk membeli rumah DP Rp 0, unit yang ditawarkan akan lebih banyak yang laku.

"Orang kebanyakan itu kan kerja di Jakarta yang comuter, asalnya dari sekitar Jakarta masuk kerja ke Jakarta. Kalau itu diperluas ke sana kan bisa jadi kebijakan bagus, permintaannya banyak kok," kata Ali.

Seperti diketahui, rumah DP Rp 0 dicanangkan Anies untuk memberikan fasilitas perumahan bagi masyarakat berpenghasilan rendah di Jakarta. Rencananya dia menargetkan 300 ribu unit rumah yang disiapkan.

Namun, hingga kini baru 780 yang terbangun di Pondok Kelapa. Itu pun belum semua terisi, dari catatan terakhir detikcom, hingga Agustus lalu baru 365 unit yang terisi. Hingga kini pun, belum ada lagi informasi lanjutan soal pembangunan unit rumah DP Rp 0.

Halaman

(dna/dna)