Begini Rencana Erick Thohir Bangun Rumah Milenial Bareng Jepang

Achmad Dwi Afriyadi - detikFinance
Minggu, 08 Nov 2020 16:30 WIB
Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk berhasil memenuhi komitmennya dari tanggal 25 Juni hingga 25 September 2020 telah menyalurkan kredit dari dana Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) yang ditempatkan di BTN sebesar Rp 5 Triliun berlipat tiga kali menjadi Rp 16,35 triliun.
Foto: dok. Bank BTN
Jakarta -

PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk akan melakukan penjajakan kerja sama dengan beberapa perusahaan properti Jepang. Dalam kunjungan Menteri BUMN Erick Thohir ke Jepang baru-baru ini, Indonesia dan Jepang akan mengembangkan kerja sama dalam pembangunan dan pembiayaan perumahan di Indonesia khususnya untuk memenuhi generasi muda atau milenial.

"Ini menjadi fokus dalam pengembangan kerja sama pemerintah Indonesia dengan Jepang untuk mendukung sektor properti di Indonesia dan kami menyatakan siap bekerjasama yang diharapkan dapat direalisasi pada tahun 2021. Kami menyambut positif atas rencana tersebut dan kita akan memberikan support agar kerj asama ini dapat segera direalisasi," kata Direktur Utama BTN Pahala N Mansury dalam keterangannya, Minggu (8/11/2020).

Ada beberapa perusahaan properti Jepang yang akan diajak untuk kerjasama. Perusahaan itu antara lain Panasonic Home. Kemudian ada juga pengembang properti lain asal Jepang yang bekerjasama dengan Perumnas yaitu IIDA Group Holding Indonesia (IGHD-Ind).

Selain dengan perusahaan properti Jepang, Bank BTN juga akan menjajaki kerjasama pendanaan jangka panjang untuk pembiayaan properti dengan Japan Bank for International Cooperation atau JBIC. Kerjasama dengan JBIC kami harapkan dapat mendorong ekspansi pembiayaan properti Bank BTN.

Pahala menjelaskan, Bank BTN dan JBIC masih merundingkan sejumlah poin penting dan akan segera dimatangkan. Poin penting tersebut antara lain jumlah pinjaman yang akan diberikan JBIC kepada Bank BTN, suku bunga pinjaman dan penyaluran pembiayaan.

Pinjaman jangka panjang sebagai dana pendamping BTN dalam pembiayaan perumahan adalah dengan skema unrevolving atau tidak bergulir. Semua pinjaman dalam bentuk USD nantinya akan dilakukan swap ke dalam bentuk IDR agar lebih efisien bagi Bank BTN.

"Kami masih membahas apakah pinjaman JBIC untuk pinjaman kontruksi bagi proyek properti sejumlah pengembang Jepang yang akan bekerjasama dengan BUMN properti di Indonesia, atau akan disalurkan dalam bentuk KPR atau KPA yang akan dikucurkan Bank BTN untuk konsumen yang membeli proyek properti hasil kolaborasi BUMN properti Indoneia dengan developer Jepang," kata Pahala.

Untuk pinjaman kontruksi properti, dana pinjaman tersebut diharapkan dapat mengalir ke proyek perumahan yang menyasar segmen menengah ke atas atau proyek properti transit oriented development atau TOD yang dibangun oleh BUMN properti seperti PT Wijaya Karya (Persero) Tbk, PT PP Properti dan Perumnas bersama dengan PT KAI. Sementara pengembang asal Jepang yang saat ini sedang membahas kerjasama dengan BUMN properti di atas adalah Daiwa House Industry Co Ltd.

"Besaran pinjaman dan penyaluran dana dari JBIC akan ditentukan setelah ada kesepakatan antara BUMN properti dengan Daiwa House atau yang kami harapkan dapat tercapai pada tahun 2021," kata Pahala.

(acd/dna)