Summarecon Mau Hibahkan Lahan 2 Ha Bantu Bereskan Macet di Puncak

Soraya Novika - detikFinance
Selasa, 29 Des 2020 12:33 WIB
Kepadatan kendaraan menuju Jalan Raya Puncak, Gadog, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Sabtu (22/8/2020). Tingginya antusias warga untuk berlibur di kawasan Puncak Bogor pada libur panjang Tahun Baru Islam 1 Muharam 1442 Hijriah dan libur akhir pekan membuat kepadatan terjadi disejumlah titik, Sat Lantas Polres Bogor memberlakukan sistem buka tutup jalur dan sistem lawan arus (contraflow) untuk mengurai kemacetan. ANTARA FOTO/Yulius Satria Wijaya/hp.
Ilustrasi/Foto: ANTARA FOTO/Yulius Satria Wijaya
Jakarta -

Kepala Bidang Perekonomian dan Sumber Daya Alam Badan Perencanaan, Pembangunan, Penelitian dan Pengembangan Daerah Kabupaten Bogor, Danni Rahmat mengungkapkan bahwa PT Summarecon Agung siap menghibahkan sebagian lahannya di Cibanon. Tujuannya tidak lain ialah untuk membantu pemerintah memecahkan masalah kemacetan di sana.

"Di bukaan Sukaraja, Cibanon di situ ada lahan milik Summarecon yang secara prinsip mereka siap menghibahkan sekitar 2 hektar untuk istilahnya untuk apa Park & Ride (Cibanon)," ungkap Danni dalam sebuah webinar, Selasa (29/12/2020).

Lebih jauh, Danni menerangkan bahwa adapun lahan yang bakal dihibahkan Summarecon nantinya adalah lahan di sekitar akses bukaan tol baru pada KM 42,5 Tol Jagorawi. Lahan itu nantinya akan dimanfaatkan sebagai pembuka koneksi permukiman terpadu dan jalur alternatif menuju puncak.

Untuk diketahui, salah satu upaya pemerintah mengurai kemacetan di kawasan Puncak adalah dengan membangun jalan alternatif. Salah satunya yaitu pembangunan Jalan Poros Tengah Timur (PTT) yang terdiri dari 2 segmen yaitu dari Sentul hingga Istana Cipanas dan segmen Sukabumi- Cariu- Karawang.

Titik awal Jalan PTT ini berada di gerbang Sirkuit Sentul pada Tol Jagorawi.

Nah, lahan yang dihibahkan Summarecon tadi fungsinya adalah sebagai tempat untuk pergantian mobil atau kendaraan pribadi ke kendaraan umum.

"Nah ini yang menjadi salah satu potensi pergantian moda private atau mobil pribadi ke angkutan umum. Ini ada di kilometer 42,5 jadi bukaannya sudah kita lihat di situ," sambungnya.

Rencananya, nanti siapapun yang mau masuk kawasan Puncak terutama di akhir pekan dan masa liburan akan diarahkan bertukar moda transportasi ke transportasi umum demi mengurai kemacetan di kawasan Puncak.

"Ini sebetulnya yang sedang digagas oleh Kementerian Perhubungan melalui BPTJ dan kita insyaallah mendukung itu. Jadi pengadaan sistem angkutan massal yang bersubsidi atau istilah sekarang BTS (buy the service)," imbuhnya.

"Tapi secara prinsip kita setuju untuk mencoba mengurangi penggunaan kendaraan pribadi ke puncak jadi kita harapkan orang yang menggunakan kendaraan pribadi ke puncak itu bisa bertukar moda itu di beberapa lokasi," sambungnya.

Sebagai gambaran, nantinya setiap pengunjung yang menggunakan kendaraan pribadi dari Jakarta akan berhenti di Park & Ride Cibinon (sebagian lahannya dari Summarecon). Di sana, penumpang akan berpindah ke bus angkutan massal menuju tujuan kawasan di Puncak (Taman Safari, Matahari atau Cimori, Hotel, dll).

Lalu, untuk kendaraan dari Cianjur akan berhenti di Park&Ride Cisarua. Di sana, penumpang akan berpindah ke bus angkutan massal menuju tujuan kawasan di Puncak dan Ciawi (Taman Safari, Matahari atau Cimori, Hotel, dll). Untuk tarif berpindah kendaraan ini rencananya akan disubsidi oleh Pemkab. Bogor.

(eds/eds)