3 Fakta Lahan Hibah Luhut 10 Hektare buat PBNU

Sylke Febrina Laucereno - detikFinance
Jumat, 22 Jan 2021 18:00 WIB
Menko Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan
Menko Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan/Foto: KEMENKO MARVES
Jakarta -

Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) mendapatkan hibah tanah seluas 10 hektare (ha) dari Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan.

Tanah tersebut terletak di Jonggol, Kabupaten Bogor. Hibah lahan ini merupakan janji luhut kepada Gus Dur yang kini ia tepati.

Berikut tiga faktanya:

1. Universitas Nahdlatul Ulama Indonesia

Dalam akun resmi Instagramnya, Luhut menyebut lahan ini akan dibangun Universitas Nadhlatul Ulama Indonesia. "Saya melihat Ketua Umum PBNU, Prof. Dr. KH. Said Aqil Siroj @saidaqilsiroj53 ikut semangat karena inilah momen yang sangat ditunggu-tunggu yaitu kebersamaan melaksanakan program sesuai dengan hasil Muktamar Jombang," ujar Luhut.

2. Rumah Cendekiawan dan Intelektual

Luhut mengungkapkan UNUSIA diharapkan menjadi rumah bagi para cendekiawan dan intelektual yang memiliki misi kemanusiaan yaitu menjunjung tinggi kepedulian dan toleransi terhadap sesama anak bangsa

UNUSIA diharapkan juga menjadi rumah bagi para cendekiawan dan intelektual yang memiliki misi kemanusiaan yaitu menjunjung tinggi kepedulian dan toleransi terhadap sesama anak bangsa.

3. Luhut Ikut Rumuskan Grand Design

Luhut mengungkapkan keseriusannya untuk terlibat dalam perencanaan pembangunan @unuindonesia. Dia juga menyampaikan usulan untuk merumuskan grand design pembangunan.

Dia mengharapkan tahun ini sudah terbentuk masterplan sehingga pemerintah juga bisa membantu pembangunannya secara keseluruhan. Tak hanya infrastruktur dan pembangunan fisik saja diharapkan tempat ini juga bisa membangun pendidikan manusia khususnya warga Nahdliyin secara keseluruhan.

Luhut juga mengharapkan kampus ini dapat melahirkan banyak intelektual yang menjunjung tinggi kebhinekaan, religius yang nasionalis, dan berbudaya. Hal ini sejalan dengan jati diri warga Nahdliyin yang religius namun tetap menjunjung tinggi nilai budaya nusantara.

(kil/ara)