Nasib Ngenes Bisnis Kos-kosan Digilas Pandemi

Vadhia Lidyana - detikFinance
Rabu, 03 Feb 2021 05:40 WIB
kos kosan dekat ITB Jatinangor
Foto: ilustrasi: Fuad Hasyim/detikcom
Jakarta -

Bisnis kos-kosan di Ibu Kota ikut terseret dampak pandemi COVID-19. Banyak kos-kosan yang ditinggalkan penghuninya karena pemerintah menerapkan kegiatan bekerja dan belajar dari rumah. Banyak juga penghuni kos yang memilih tak lanjut sewa karena kena imbas pemotongan gaji atau dirumahkan.

Seperti di kos-kosan yang bernama Djimang House, yang berlokasi di Kelurahan Kalibata, Jakarta Selatan. Jamil pemilik kos tersebut mengatakan, ada 15 kamar yang kosong di kos-kosan miliknya, dari total keseluruhan 52 kamar. Letak kos-kosannya yang dekat dengan pusat kota biasanya tak pernah kosong lebih dari dua kamar.

"Biasanya kalau normal nggak pernah kosong, artinya kosong 1, lalu sudah terisi lagi. Malah banyak yang menunggu. Dari 52 kamar sekitar ada 15 kamar kosong. padahal nggak pernah seperti itu, selalu penuh," kata Jamil kepada detikcom, Selasa (2/2/2021).

Jamil mengatakan, para penghuni kos yang memilih keluar dikarenakan adanya kebijakan bekerja dari rumah atau work from home (WFH). "Kebanyakan kan karyawan dari daerah, dari Jawa, Kalimantan, lalu ngekos di sini. Nah dia diinfokan kantornya itu 2021 sudah full WFH, jadi mereka pindah, nggak ngekos lagi," ujarnya.

Selain karyawan, ada sekitar 6-7 orang mahasiswa pascasarjana Universitas Muhammadiyah Prof. Dr. Hamka (Uhamka) yang memilih keluar karena tak ada kegiatan belajar langsung di kampus.

Tak hanya kos-kosan milik Jamil, sebuah kos di kelurahan Kemanggisan, Jakarta Barat yang letaknya dekat dengan Binus University juga mulai ditinggal para penghuninya sejak Mei 2020. Atun, sang pengelola kos tersebut mengatakan, dari total 25 kamar, kini hanya 13 kamar yang terisi.

"Biasanya sebelum COVID-19 paling kosong 3-5 kamar, itu pun kosong paling hanya 1-2 bulan. Kalau sekarang ini parah banget, yang nyari pun nggak ada. Ada cuma nanya-nanya doang ya sudah, terus pulang," ungkap Atun ketika dihubungi detikcom secara terpisah.

Atun mengatakan, sebagian besar penghuni kos yang keluar itu adalah mahasiswa Binus yang memilih tak melanjutkan sewa kos karena semua kegiatan kuliah dilakukan secara online.

"Sebelumnya di sini ada anak Binus. Karena COVID-19, kan kuliahnya online, jadi mereka pada keluar, kuliah dari rumah saja. Sekarang yang masih mengisi kos cuma yang pada kerja saja," ujar dia.

Selanjutnya
Halaman
1 2 3