Bisnis Properti Mau Ngebut Lagi Usai Vaksinasi, Ini Catatan buat Pengembang

Sylke Febrina Laucereno - detikFinance
Senin, 22 Mar 2021 21:14 WIB
Petugas pakai kostum Spiderman saat bangun rumah bersubsidi di Sukoharjo. Diketahui, Kementerian PUPR alokasikan anggaran Rp 11 triliun untuk bangun rumah bersubsidi
Foto: Agung Mardika
Jakarta -

Vaksinasi membawa optimisme tersendiri bagi perekonomian nasional tak terkecuali sektor properti. Sektor ini diharapkan bisa menggeliat lagi, terlebih setelah banyak insentif diberikan pemerintah mulai dari pelonggaran loan to value (LTV) atau DP 0 persen hingga diskon PPN.

Namun, ada catatan tersendiri yang perlu mendapat perhatian para pengembang perumahan. Direktur BTN Hirwandi Gafar mengungkapkan, pengembang perumahan juga harus menjaga keseimbangan lingkungan.

Ini, kata dia, menjadi penting lantaran sudah banyak contoh pengembangan kawasan yang tak ramah lingkungan telah mengakibatkan munculnya banyak bencana alam yang merugikan banyak pihak.

"Pembangunan Hutan Kota ini dapat merupakan suatu upaya untuk mengembalikan dan meningkatkan efektivitas lahan agar dapat berfungsi dengan baik dan secara optimal. Sebagai pengatur tata air untuk mencegah banjir maupun untuk melindungi lingkungan, yaitu mencegah timbulnya pencemaran," kata dia dalam keterangannya, Senin (22/3/2021).

Dia menjelaskan perseroan juga telah menyarankan kepada pengembang untuk menerapkan konsep satu rumah satu pohon agar perumahan lebih hijau.

Hirwandi menyampaikan tahun 2020 merupakan tahun yang sulit untuk Indonesia. Seluruh sektor industri hampir mengalami kontraksi akibat pandemi. Namun tahun ini diharapkan pandemi bisa segera diatasi seiring program vaksinasi nasional yang dilakukan oleh pemerintah.

Tahun 2021, lanjut dia, menjadi momentum untuk semua sektor industri bangkit. Bank BTN juga optimistis bisnis perseroan akan tumbuh positif. Pemerintah telah banyak melakukan kebijakan untuk bagaimana ekonomi nasional dapat segera pulih.

Seperti misalnya kebijakan terkait dengan stimulus melalui kebijakan program pemulihan ekonomi nasional (PEN) yang dampaknya sudah dirasakan oleh banyak sektor industri dan diharapkan dapat mengalir positif pada penguatan sektor ekonomi secara nasional.

"Bank BTN bersyukur pada masa pandemi tahun lalu masih mencatatkan kinerja yang positif. Ini adalah karena fokus bisnis perusahaan di bidang pembiayaan perumahan yang masih tetap bertumbuh walaupun di masa pandemi," ujarnya.

Dia mengaku, kinerja positif BTN juga berkat dukungan seluruh stakeholder dan mitra kerja yang sangat loyal kepada Bank BTN, seperti PT Buana Kassiti yang telah menjadi mitra kerja Bank BTN selama ini. Tercatat sekitar 5.400 unit rumah sudah dibangun oleh Buana Kassiti Grup dengan nilai kredit mencapai sekitar Rp 660 Miliar.



Simak Video "Menuju Pemukiman Penduduk Melewati Jembatan Kayu Kuno di Banjarmasin "
[Gambas:Video 20detik]
(kil/dna)