Para Pakar Kumpul di Dunia Maya Bahas Tata Ruang Kala Pandemi

Tim detikcom - detikFinance
Minggu, 12 Sep 2021 15:05 WIB
Tata Kota Jakarta Terburuk?
Foto: Tata Kota Jakarta Terburuk? (M Fakhry Arrizal/detikcom)
Jakarta -

Ikatan Alumni Planologi ITB (API) bersama-sama dengan Ikatan Ahli Perencanaan (IAP) Indonesia dan Himpunan Mahasiswa Teknik Planologi Pangripta Loka ITB menyelenggarakan talkshow webinar AlumniBicara #2 dengan tema 'Perencanaan di Masa Pandemi: Bagaimana Mempersiapkan Ruang di Masa Depan'.

Webinar ini menghadirkan narasumber dari berbagai institusi, mulai dari Bappeda DKI Jakarta, Tim Akselerasi Jawa Barat, WWF, CORE Indonesia, dan Telkom University. Keynote Speech dalam acara ini disampaikan oleh Menteri Kesehatan Republik Indonesia, Budi Gunadi Sadikin.

Dalam keynote speech, Budi Sadikin menyampaikan apresiasi dan mengingatkan urgensi pentingnya perencanaan wilayah dan kota serta profesi perencana di dalam mendukung bangsa Indonesia untuk melewati pandemi.

Menurut Budi, pada dasarnya peningkatan kasus infeksi COVID-19 terjadi akibat adanya kerumunan penduduk. Dengan ketidakpastian mengenai kapan pandemi akan berakhir, menjadi penting bagi para perencana wilayah dan kota perlu mengatur bagaimana tata ruang tidak berpotensi menimbulkan kerumunan dan bagaimana tata ruang dan rancang bangunan dapat mengakomodasi lebih banyak ruang terbuka, sirkulasi udara, dan cahaya matahari untuk mematikan virus.

Di akhir keynote speech, Budi mengajak semua hadirin untuk dapat menghadapi badai pandemi ini seperti nenek moyang bangsa Indonesia, para pelaut, menghadapi badai di lautan. Badai pandemi perlu dihadapi dengan memahami dengan baik karakter badainya dan bersama-sama secara kompak menggunakan kepandaian dan keahlian kita semua.

Ketua Tim Akselerasi Pembangunan Jawa Barat, Diding Sakri menyampaikan bahwa perencanaan perlu memerhatikan karakter pandemi dan dampaknya yang bersifat regional, terutama terkait ekonomi dan ketenagakerjaan. Diding menyebut kasus COVID terkonsentrasi di kawasan perkotaan yang didominasi oleh kegiatan sektor manufaktur dan jasa.

Pemerintah Jawa Barat memfokuskan vaksinasi di daerah-daerah dengan kasus infeksi COVID terbesar dan saat ini kecepatan vaksinisasi di Jawa Barat adalah yang paling cepat di Pulau Jawa.

Bersambung ke halaman selanjutnya.