Panas-panas, Erick Thohir Ajak 6 Tamu Spesial Blusukan ke Sarinah

Danang Sugianto - detikFinance
Selasa, 28 Sep 2021 15:32 WIB
Erick Thohir Tinjau Renovasi Gedung Sarinah
Foto: Danang Sugianto
Jakarta -

Menteri BUMN Erick Thohir hari ini melakukan serangkaian kunjungan kerja di Jakarta. Salah satunya mengecek proyek renovasi gedung Sarinah di Thamrin, Jakarta Pusat.

Berbeda dengan kunjungan kerja sebelum-sebelumnya, kali ini Erick mengajak serta enam tamu spesial. Keenam tamu spesial itu adalah enam perempuan terpilih dalam program 'Girls Take Over' yang juga akan menggantikan posisi Erick Thohir sebagai Menteri BUMN dan lima dirut BUMN selama sehari.

Hari ini keenam perempuan itu diajak Erick melakukan kunjungan. Di bawah terik sinar matahari, Erick yang tampil santai dengan sepatu sneakersnya memamerkan kemegahan proyek renovasi gedung Sarinah. Dengan dipandu oleh Direktur Utama PT Sarinah (Persero) Fetty Kwartati, Erick menunjukkan beberapa kelebihan Sarinah, salah satunya ada relief bersejarah yang masuk dalam cagar budaya.

"Tuh dari sini nanti bisa melihat reliefnya," ucapnya di Gedung Sarinah, Jakarta, Selasa (28/9/2021).

Erick Thohir Tinjau Renovasi Gedung SarinahErick Thohir Tinjau Renovasi Gedung Sarinah Foto: Danang Sugianto

Relief yang ada di Sarinah merupakan peninggalan saat gedung Sarinah pertama kali diresmikan oleh Presiden RI pertama, Soekarno di tahun 1960-an.

Dalam proyek renovasi gedung Sarinah memang relief itu akan menjadi daya tarik utama dari gedung tersebut. Meskipun masih menjaga fungsi utamanya yakni sebagai pusat perbelanjaan produk lokal.

Erick Thohir Tinjau Renovasi Gedung SarinahErick Thohir Tinjau Renovasi Gedung Sarinah Foto: Danang Sugianto

Erick dan keenam perempuan tersebut menghabiskan waktu berkeliling gedung. Setelah puas berkeliling di lantai 3, mereka turun menuju gerbang utama gedung Sarinah nantinya. Pintu utama ini terlihat megah dengan tangga besar dan lebar yang menghadap jalan Sudirman-Thamrin.

"Wah nanti kalau ada demo oratornya bisa berdiri di sini nih. Pendemonya nanti di bawah," kelakarnya.

(das/eds)