Biar Jakarta Nggak Tenggelam Warganya Bakal Dilarang Pakai Air Tanah

Sylke Febrina Laucereno - detikFinance
Selasa, 05 Okt 2021 06:30 WIB
Saat ini para pakar Lingkungan Hidup Dunia memprediksi pulau Jawa dan Sumatera sedang diterpa isu akan tenggelam secara perlahan pada tahun 2030. Penyebabnya adalah karena pemanasan global, naiknya permukaan air laut dan penggunaan air tanah yang berlebihan.
Bule Bisa Liburan ke Bali Lagi Mulai 14 Oktober!
Jakarta -

Permukaan tanah di Jakarta disebut terus mengalami penurunan. Kemudian permukaan air laut mengalami kenaikan. Hal ini disebabkan oleh perubahan iklim yang terjadi di seluruh dunia. Namun kondisi ini harus diantisipasi agar tidak terjadi skenario buruk yang sudah diperhitungkan.

Misalnya dengan melakukan antisipasi untuk mengurangi dampak menurunnya permukaan tanah di wilayah Jakarta. Salah satunya adalah dengan cara melarang warga menggunakan air tanah untuk konsumsi sehari-hari.

Direktur Jenderal Cipta Karya Kementerian PUPR Diana Kusumastuti mengatakan pemerintah pusat telah mengimbau kepada Pemerintah Provinsi DKI Jakarta untuk menyediakan air minum baku untuk masyarakat. Warga DKI Jakarta bakal dilarang untuk menggunakan air tanah.

Saat ini sudah ada pembahasan terkait hal tersebut. Nantinya ada beberapa sumber air yang bisa digunakan misalnya dari Jati Luhur, Serpong sampai Juanda. "Hal ini karena Jakarta tidak punya sumber air baku. Makanya masyarakatnya masih pakai air tanah," kata dia.

Dia mengungkapkan ditargetkan tahun 2024 rencana tersebut bisa tercapai. Hal ini demi mengurangi penurunan muka tanah di Jakarta.

"Konsumsi air tanah itu harus dikurangi untuk menjaga penurunan muka tanah. Memang harus disediakan air minum melalui skema perpipaan," jelasnya.

Selain itu rain harvesting atau penampungan air hujan juga harus dilakukan. Bagi masyarakat bisa dilakukan dengan tidak menutup seluruh lahan tanah yang ada di rumah. Kemudian di gedung-gedung disediakan sarana untuk rain harvesting ini.

Sebelumnya Menteri PPN/Kepala Bappenas Suharso Monoarfa menyebutkan jika air laut di Jakarta meningkat dan permukaan tanah turun rata-rata 4 cm per tahun.

Ditargetkan hal ini bisa terealisasi secara bertahap pada 2024. Selain itu ada juga tanggul yang dibangun dalam proyek NCICD giant sea wall yang bisa digunakan untuk melindungi Ibu Kota Jakarta.

National Capital Integrated Coastal Development (NCICD) atau Proyek Pengembangan Terpadu Pesisir Ibu Kota Negara (PTPIN) adalah upaya untuk membangun tanggul laut raksasa di pesisir Jakarta.

(kil/fdl)