Proyek 'Silicon Valley' RI Kok Belum Jalan, Ada Apa Nih?

Syahdan Alamsyah - detikFinance
Senin, 18 Okt 2021 15:55 WIB
Lokasi proyek Bukit Algoritma, Silicon Valley-nya Indonesia
Foto: Syahdan Alamsyah/detikcom: Penampakan lokasi proyek Bukit Algoritma

Tedy juga menjelaskan soal investor dan "modal" awal pembangunan bernilai Rp 18 triliun. Ia menjelaskan bahwa pembangunan pada tahap awal tidak akan sampai sebesar itu dan cukup dengan Rp 500 miliar.

"Investasi yang kita bangun itu kita rencanakan sesuai dengan publikasi awalnya Rp 18 triliun. Itu adalah fase pertama sampai 3 tahun ke depan, kebutuhan awalnya untuk kita konstruksi tidak sampai sebesar itu kita ada sekitar Rp 500 milyar komitmen partner untuk mulai pengembangan kawasan awal tapi kemudian berkembang dengan investasi yang lain dengan pihak lain. Nah investasi disini kita undang partner yang investasinya berhubungan dengan tanah pengembangan kawasan sendiri maupun investasi yang berhubungan dengan market. Ini menarik karena seperti kita bilang Bukit Algoritma berhubungan dengan sistem, termasuk ekosistem market teknologi, jadi partner investor yang berhubungan dengan market itu ada bebeapa yang sudah komitmen melakukan pembiayaan untuk bukit algoritma ini," papar Tedy.

Diberitakan sebelumnya, proyek Bukit Algoritma memasuki tahap Groundbreaking, Rencananya, proyek yang digadang-gadang sebagai Silicon Valley Indonesia itu digarap dalam 3 tahap.

Tahap pertama masa pembangunan tahun 2021-2024, tahap dua tahun 2024-2027, dan tahap tiga pada 2027-2031. Ketua Pelaksana Kiniku Bintang Raya KSO Budiman Sudjatmiko mengatakan di sesi pertama nilai investasi pembangunan mencapai Rp 18 triliun.

"Komitmen pertama itu Rp 18 tirilun, tapi sudah ada komitmen yang lain kemungkinan juga lebih yang jelas ada Rp 1,7 triliun khusus untuk riset sensor nelayan, sensor perikanan. Membangun teknologi perkapalan untuk 1, 5 juta nelayan di Indonesia tapi kita buat alat sensor ikan di sini Rp 1,7 triliun Itu diluar Rp 18 triliun tadi," kata Budiman di Kecamatan Cikidang, Kabupaten Sukabumi, Rabu (9/6/2021)


(hns/hns)