Gagal Bayar Evergrande Pengaruhi Sektor Properti RI? Ini Kata Gubernur BI

Sylke Febrina Laucereno - detikFinance
Selasa, 19 Okt 2021 20:45 WIB
Bank Indonesia (BI) memutuskan untuk menurunkan lagi suku bunga acuannya. Kini BI 7 Days Repo Rate turun jadi 5,5%.
Gubernur BI Perry Warjiyo/Foto: Agung Pambudhy
Jakarta -

Kondisi gagal bayar yang terjadi pada perusahaan properti terbesar di China Evergrande disebut tidak akan berdampak ke sektor properti di Indonesia. Gubernur Bank Indonesia (BI) Perry Warjiyo mengungkapkan hal ini karena pasar properti di Indonesia masih jauh dari bubble.

"Asesmen kami, kondisi properti masih jauh dari boom atau bubble. Ketersediaan atau supply jauh lebih besar dari kenaikan permintaan," kata Perry dalam konferensi pers, Selasa (19/10/2021).

Perry menjelaskan saat ini permintaan properti terus mengalami pertumbuhan. Tercermin dari kredit pemilikan rumah (KPR) yang tumbuh 8,67% pada September 2021.

"KPR naik lebih tinggi, termasuk kredit ke sektor UMKM 2,97% ini menunjukkan sektor itu tumbuh. Tapi kondisi properti pasokanya lebih besar dari pemerintahan," jelas dia.

Walaupun Evergrande tidak berdampak ke sektor properti namun ada sedikit pengaruh ke kondisi pasar keuangan yaitu di surat berharga. Namun saat ini sudah kembali pulih.

Pada kuartal III-2021, aliran investasi portofolio tercatat terjadi aliran modal masuk sebesar US$ 1,3 miliar. Aliran investasi portofolio tersebut terus berlanjut dari tanggal 1 Oktober 2021 hingga 15 Oktober 2021 dengan aliran masuk sebesar US$ 200 juta.

Sekadar informasi, dampak yang ditimbulkan dari potensi gagal bayar Evergrande membuat penurunan kekayaan dari sejumlah investor besar properti di China. Tercatat, semenjak diterpa kabar tersebut, saham Evergrande terus mengalami penurunan.

Lembaga pemeringkat S&P menurunkan peringkat utang Evergrande dari CC menjadi CCC dengan outlook negatif. Fitch, lembaga pemeringkat lainnya juga menurunkan rating Evergrande dari CC menjadi CCC+.

Menurut Fitch, utang Evergrande kepada perbankan dan lembaga keuangan lainnya adalah CNY 572 miliar. Selain itu, bank juga memberi pinjaman kepada para supplier Evergrande senilai 667 miliar yuan.

(kil/ara)