Anies Pamer Urus IMB di DKI Sekarang 57 Hari, Dulu Setahun

Trio Hamdani - detikFinance
Kamis, 11 Nov 2021 21:23 WIB
Anies Baswedan (dok.istimewa)
Foto: Anies Baswedan (dok.istimewa)
Jakarta -

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan mengklaim mengurus izin mendirikan bangunan (IMB) untuk gedung di ibu kota semakin cepat. Proses perizinan yang sebelumnya memakan waktu 365 hari atau setahun, kini tak lebih dari 2 bulan atau tepatnya 57 hari.

"Jadi sebelumnya untuk bisa mendapatkan izin itu membutuhkan waktu lebih dari 365 hari, pada dasarnya setahun. Jadi kapan pun Anda akan membangun bangunan yang lebih dari 8 lantai itu Anda akan butuh 1 tahun," katanya dalam acara Jakarta Investment Forum (JIF) 2021, Kamis (11/11/2021).

Sekarang, lanjut dia, atas adanya reformasi di sisi perizinan maka lamanya proses pengajuan IMB maksimal hanya 57 hari. Reformasi tersebut kata dia sudah berjalan selama 2 tahun terakhir.

"Sekarang semua orang datang ke Jakarta, tertarik untuk membangun tower, properti dan mereka hanya membutuhkan dapat izin 57 hari," tuturnya.

Anies menyampaikan hal tersebut untuk memberikan gambaran bahwa pemerintah DKI Jakarta melakukan reformasi di segala aspek, termasuk peraturan dan perizinan. Dengan demikian para investor atau pelaku bisnis yang ingin menjalankan usahanya di Jakarta memiliki kepastian, salah satunya kepastian dari sisi waktu.

Lihat juga video 'Ekspresi Anies Di-roasting Kiky soal Formula E hingga Sebut Ahok':

[Gambas:Video 20detik]



Selanjutnya Anies bicara perizinan digital. Langsung klik halaman kedua

Lebih lanjut, Anies mengatakan sekarang semua perizinan berbasis digital sehingga semakin mempermudah para pelaku bisnis yang mau berinvestasi di Jakarta

DKI, lanjut Anies juga menerapkan Sistem Informasi Geografis (Geographic Information System). Itu semakin memberikan kepastian kepada para investor yang ingin menjalankan bisnisnya.

"Jadi anda tidak akan menemukan kejutan-kejutan. Misalnya Anda mau membuat bisnis untuk manajemen sampah. Kemudian Anda mengajukan permit izin, Anda melalui semua prosesnya dan kemudian di akhir proses Anda menemukan bahwa area itu ternyata area merah untuk manajemen sampah, maka itu kan buang-buang waktu," paparnya.

Dengan Geographic Information System, pelaku bisnis tidak perlu khawatir mengalami kejadian seperti yang dicontohkan di atas.

"Semuanya dalam hal yang berhubungan dengan izin itu kita ada Geographic Information System. Jadi peta kami adalah dasar dari semua izin digital yang dikeluarkan," tambahnya.

(toy/hns)