Lagi Terbelit Utang, Evergrande Disuruh Hancurkan 39 Bangunan

Aulia Damayanti - detikFinance
Rabu, 05 Jan 2022 22:37 WIB
Evergrande
Foto: Dok. Istimewa
Jakarta -

Belum selesai masalah utang, pengembang properti China Evergrande ditimpa masalah baru. Pemerintah Provinsi Hainan, China, memerintahkan perusahaan menghancurkan 39 proyek bangunan Evergrande di kawasan lepas pantai China Selatan.

Sebab, izin pembangunan ke-39 properti itu disebut ilegal. Pihak Evergrande pun mengakui laporan tersebut dalam sebuah posting di WeChat pada Senin malam. Pihak perusahaan memastikan masalah ini tidak mempengaruhi proyek properti lainnya, yakni sekitar 61.000 pemilik properti.

Mengutip CNN, Rabu (5/1/2022) Ke-39 bangunan tersebut merupakan bagian dari proyek raksasa Pulau Bunga Laut Evergrande di Hainan, di mana Evergrande telah menginvestasikan hampir US$ 13 miliar selama enam tahun terakhir.

Masalah itu menjadi yang terbaru, sebab soal utang Evergrande juga belum kunjung usai. Pada bulan Desember, Fitch Ratings menyatakan Evergrande telah telah gagal membayar utangnya.

Hal itu mencerminkan ketidakmampuan Evergrande untuk membayar bunga yang jatuh tempo bulan itu pada obligasi berdenominasi dolar. Analis pun telah lama khawatir runtuhnya Evergrande dapat memicu risiko yang lebih luas untuk pasar properti China, merugikan pemilik rumah dan sistem keuangan yang lebih luas.

Padahal, sektor real estate dan industri terkait menyumbang sebanyak 30% dari PDB negara. Federal Reserve atau Bank Sentral Amerika Serikat memperingatkan pada November bahwa masalah di real estat China dapat merusak ekonomi global.

Hingga saat ini para analis terus memperingatkan bahwa krisis real estate tetap menjadi ancaman yang membayangi China.

(hns/hns)