d'House Hunter

Rumah di Dramaga Enak Sih, Tapi Macet

Sylke Febrina Laucereno - detikFinance
Minggu, 16 Jan 2022 16:36 WIB
dHouse Hunter Dramaga
Foto: d'House Hunter Dramaga/Sylke Febrina-detikcom)
Jakarta -

Dramaga merupakan salah satu wilayah di Kabupaten Bogor yang terus berkembang dari tahun ke tahun. Jumlah penduduk juga terus mengalami peningkatan.

Apalagi dekat dengan kampus Institut Pertanian Bogor (IPB) yang pastinya banyak mahasiswa yang berasal dari luar kota.

Dari pantauan tim d'House Hunter, udara di sekitar Dramaga masih terbilang sejuk karena masih banyak pohon dan bukit-bukit.

Pusat perbelanjaan di Dramaga juga terbilang lengkap, fasilitas kesehatan, pendidikan sampai tempat untuk kuliner sangat lengkap di sini.

Selain itu tempat wisata juga tidak sedikit dan terbilang beragam, mulai dari curug, danau sampai bukit-bukit.

Namun saking banyaknya penduduk dan pendatang, Dramaga cenderung macet. "Dramaga sekarang macet, meskipun jalanan lebar tapi sudah banyak penduduknya," kata dia saat ditemui tim d'House Hunter awal pekan ini.

Memang ketika tim d'House Hunter mendatangi jalan raya Dramaga, sekitar pukul 10 pagi, jalan masih padat cenderung macet.

Banyak angkot-angkot yang berhenti. Kemudian memasuki kawasan IPB jalan mulai lebih lengang. Hal ini karena masih banyak mahasiswa yang belum masuk ke kampus.

Salah satu warga sekitar IPB, Riza mengungkapkan kondisi di depan kampus ini terbilang sepi. "Kalau di jalan raya Dramaga itu termasuk sepi, biasanya kalau perkuliahan sudah normal macetnya luar biasa. Apalagi di depan kampus banyak angkot yang berhenti naik turunkan penumpang," jelas dia.

Dikutip dari laman resmi bogorkab.go.id disebutkan Dramaga ini dekat dengan pusat kota Bogor. Selain itu juga dekat dengan jalan tol BORR.

Dramaga sebelah Utara berbatasan dengan Ranca Bungur, sebelah Selatan berbatasan dengan Taman Sari, sebelah Barat berbatasan dengan Ciampea dan sebelah Timur berbatasan dengan Ciomas dan Bogor Barat.

Ada 10 desa di Dramaga mulai dari Desa Dramaga, Ciherang, Sinarsari, Sukawening, Sukadamai, Neglasari, Petir, Purwasari, babakan dan Cikarawang.

(kil/dna)