ADVERTISEMENT

Simak! Pembangunan Ibu Kota Baru di Kaltim Bertahap Sampai 2045

Anisa Indraini - detikFinance
Selasa, 18 Jan 2022 13:56 WIB
Istana Negara di Ibu Kota Baru
Desain Istana Negara di Ibu Kota Baru/Foto: Dok. Instagram Nyoman Nuarta
Jakarta -

Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN)/Kepala Bappenas Suharso Monoarfa memastikan pemindahan ibu kota negara (IKN) dari Jakarta ke Kalimantan Timur akan dilakukan secara bertahap. Proses pembangunan ibu kota baru akan berlangsung sampai 2045.

Untuk 2022-2024, fokus pembangunan ibu kota negara adalah bagaimana desain pelaksanaan yang paling prioritas sehingga momentum itu bisa berjalan.

"RUU IKN ditujukan untuk memberikan aturan yang jelas dalam aturan pembangunan ibu kota negara yang direncanakan dilaksanakan sampai 2045," kata Suharso dalam rapat paripurna terkait persetujuan UU tentang IKN di Gedung DPR RI, Selasa (18/1/2022).

Ketua Pansus RUU IKN Ahmad Doli Kurnia Tanjung mengatakan pekerjaan rumah (PR) untuk pemindahan ibu kota negara ke depan masih sangat panjang. Pihaknya menyebut sudah membuat pondasinya terlebih dahulu untuk bergerak sampai menyelesaikan ibu kota benar-benar pindah sampai 2045.

"Pemindahan ibu kota ini bukan sekali jadi, bukan kayak Tangkuban Perahu, bukan kayak Bandung Bondowoso, tapi ini dilakukan secara bertahap. Pemerintah waktu itu menjelaskan dari 2022 sampai 2045, artinya PR kita masih banyak dan kita masih panjang," imbuhnya.

"Jadi jangan bayangkan perdebatannya hari ini jadi undang-undang, besok kita pindah. Kalau kayak gitu kita pusing memang cari dananya dari mana, apa yang mesti kita lakukan," tambahnya.

Simak video 'Sah! DPR Sepakati RUU Ibu Kota Negara Menjadi Undang-undang':

[Gambas:Video 20detik]




Apa manfaat IKN dipindah? Cek halaman berikutnya.

Manfaat IKN Baru

Kembali ke Suharso, dia menjelaskan pemindahan ibu kota negara ke Kalimantan Timur sebagai strategi untuk merealisasikan visi Indonesia 2045 yaitu pertumbuhan ekonomi yang lebih inklusif dan merata melalui akselerasi pembangunan kawasan Indonesia.

"Ibu kota negara baru akan menjadi mesin penggerak perekonomian bagi Kalimantan dan jadi pemicu penguatan rantai nilai domestik seluruh kawasan Timur Indonesia dan akhirnya di seluruh Indonesia," tutur Suharso.

Pembangunan ibu kota negara disebut bisa menempatkan Indonesia dalam posisi yang lebih strategis di jalur perdagangan dunia, aliran investasi dan inovasi teknologi. Selain itu, ibu kota negara juga diklaim akan menjadi percontohan bagi pengembangan kota yang berkelanjutan.

Visi ibu kota negara ingin mewujudkan kota yang mengelola sumber daya secara efisien dan memberikan pelayanan secara efektif dengan pemanfaatan sumber daya air dan energi yang efisien, moda transportasi terintegrasi, lingkungan layak huni, dan sehat energi lingkungan alam dengan lingkungan hunian, serta sebagai penggerak ekonomi Indonesia di masa depan.

"Tidak hanya menggambarkan masyarakat yang akan tinggal di ibu kota negara pada masa depan, tetapi juga kondisi lingkungan yang akan dipulihkan dan dipertahankan," imbuhnya.

(aid/ara)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT