Sri Mulyani Mau Pembangunan Ibu Kota Baru Pakai Anggaran PEN

Anisa Indraini - detikFinance
Selasa, 18 Jan 2022 16:42 WIB
Ketua DPR RI Puan Maharani didampingi anggota dewan dan Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati, menyampaikan kerangka kebijakan ekonomi makro dan pokok-pokok kebijakan fiskal (KEM PPKF) tahun 2022, di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Kamis (20/05/2021).
Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati/Foto: Rengga Sancaya

Pembangunan Ibu Kota Baru

Bendahara Negara itu merinci, pada tahapan awal pembangunan, pembiayaan bakal mempertimbangkan aspek yang dinilai paling prioritas. Di mana pembiayaan awal ini bakal menciptakan pondasi buat pembangunan dan pemindahan ibu kota.

Eksekusi pertama dalam pembangunan ibu kota baru akan dilakukan oleh Kementerian PUPR dimulai dari akses jalan hingga infrastruktur penghubung lainnya. "Jadi dalam konteks ini tahun 2022 hingga 2024 nanti akan fokusnya adalah bagaimana desain dari pelaksanaan yang paling prioritas sehingga momentum itu berjalan," imbuhnya.

Sedangkan untuk 2023 dan 2024, nantinya bakal menyesuaikan perkembangan kondisi pandemi COVID-19. Tak hanya itu, pemerintah juga mesti mempersiapkan anggaran untuk pemilihan umum 2024.

"Di 2022-2024 penanganan COVID, pemulihan ekonomi, penyelenggaraan pemilu, dan IKN semuanya ada dalam APBN yang akan kita desain dan pada saat yang sama defisit maksimum 3% mulai 2023 akan diupayakan semuanya tetap terjaga," jelasnya.


(aid/ara)