Amit-amit! Pindah Ibu Kota Jangan Kayak Negara-negara Ini

Achmad Dwi Afriyadi - detikFinance
Kamis, 20 Jan 2022 16:02 WIB
Jokowi Pindahkan Ibu Kota
Foto: Ilustrasi: Zaki Alfarabi
Jakarta -

Proses pemindahan ibu kota dari Jakarta ke Nusantara akan segera berlangsung. Hal ini menyusul disahkannya Undang-undang Ibu Kota Negara.

Pindah ibu kota negara bukan hal yang baru. Beberapa negara juga telah melakukannya.

Meski demikian, tak semua negara yang pindah ibu kota mendulang kesuksesan. Ada juga negara yang dinilai gagal memindahkan ibu kotanya.

Indonesia bisa belajar dari pengalaman negara-negara ini agar tidak mengalami nasib yang sama:

1. Myanmar

Dikutip dari Nikkei, Kamis (20/1/2022), Myanmar memutuskan untuk memindahkan ibu kota pada tahun 2001 dari Yangon ke Nypyidaw. Pembangunan ibu kota tersebut rampung pada tahun 2005 di mana semua fungsi pemerintahan dengan cepat dialihkan ke sana pada tahun berikutnya.

Namun, banyak kantor-kantor pemerintah yang tersebar di seluruh kota kosong. Terdapat beberapa hotel kelas atas yang menampung tamu pemerintah dan pebisnis jarang digunakan.

Para pejabat cenderung meninggalkan keluarga mereka di Yangon karena kurangnya fasilitas komersial dan pendidikan di ibu kota. Sebagian besar diplomat dan bisnis asing juga masih terikat dengan Yangon.

Sementara, ABC menulis Naypyidaw merupakan rumah bagi 924.000 orang. Namun, jalan raya yang kosong menceritakan kisah yang berbeda.

Yangon tetap menjadi ibu kota ekonomi yang ramai. Sementara, banyak orang yang telah mengunjungi Naypyidaw menggambarkannya sebagai kota hantu.

2. Australia

Canberra didirikan pada tahun 1913 sebagai cara untuk meredakan persaingan sengit antara Melbourne dan Sydney. Canberra menjadi rumah bagi Gedung Parlemen dan Pengadilan Tinggi Australia serta kantor pusat semua departemen pemerintah federal dan militer.

Namun, Perdana Menteri John Howard mengumumkan pada tahun 1996 bahwa Kirribilli House yang menghadap Pelabuhan Sydney akan menjadi tempat tinggal utamanya. Hal ini menjadi semacam pengakuan diam-diam atas kegagalan ibu kota untuk mengangkat imajinasi publik.

Mantan Perdana Menteri Paul Keating mengatakan kota itu adalah salah satu kesalahan terbesar negara itu dan harus segera ditinggalkan.

3. Mesir

Dikutip dari ABC, pada tahun 2015 pemerintah Mesir mengumumkan akan mengganti ibu kota Mesir yang bersejarah Kairo dengan kota pintar baru yang menawarkan lanskap hijau yang luas.

Ibu kota baru ini terletak di daerah yang belum berkembang di gurun, sekitar 40 km timur Kairo. Pemerintah mengalokasikan US$ 45 miliar agar dapat diselesaikan meskipun ekonomi negara sedang penuh tantangan.

Para kritikus berpendapat proyek ini kemungkinan akan menjadi mimpi yang mungkin tidak pernah terwujud. Sebagian besar ekonomi Kairo tetap informal, serta satu-satunya sumber air negara itu adalah Sungai Nil yang mengalir melalui Kairo.

(acd/eds)