Proyek Ibu Kota Baru Tinggal Tunggu 'Restu' Sri Mulyani, Ini Alasannya

Sylke Febrina Laucereno - detikFinance
Minggu, 23 Jan 2022 06:30 WIB
Sri Mulyani: Pertamina Punya Tanggung Jawab Besar Jadi Pilar Zero Emissions
Foto: Dok. Istimewa
Jakarta -

Pembangunan Ibu Kota Negara (IKN) sudah bisa dilakukan. Hal ini karena Rancangan Undang-Undang IKN sudah diresmikan menjadi Undang-Undang oleh DPR.

Saat ini pemerintah juga telah memiliki nama untuk ibu kota baru yaitu Nusantara. Rencana pembangunan saat ini sedang menunggu arahan dan perintah Presiden Joko Widodo (Jokowi) dan anggaran dari Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati.

Menteri PUPR Basuki Hadimuljono mengungkapkan saat ini memang untuk perencanaan awal sudah dilakukan. "Tinggal menunggu perintah presiden dan penyediaan anggaran dari menteri keuangan. Sekarang ini belum ada anggaran untuk IKN, jadi belum bisa lakukan apa-apa, persiapan saja," ujar dia di Hotel Bidakara, Jakarta Selatan, Sabtu (22/1/2022).

Basuki menyebutkan saat ini total keseluruhan lahan ada sekitar 256 hektare (ha). Namun untuk fokus pembangunan 2021-2024 adalah Kawasan Inti Pusat Pemerintahan (KIPP), antara lain kantor presiden, kantor wapres, kantor pemerintahan DPR/MPR, jalan-jalan kawasan, dan jalan menuju IKN dari Balikpapan.

"Itu semua akan kita siapkan sampai dengan 2024, semua dengan APBN. Itu anggarannya disiapkan langsung oleh Kemenkeu, soal financing saya pasti ikuti yang disiapkan Kemenkeu," jelas dia.

Rencana pembangunan IKN di Kalimantan ini juga didukung oleh semua pihak demi mendorong pertumbuhan perekonomian. Misalnya PT PLN (Persero) siap memasok listrik sebesar 850 Mega Volt Ampere (MVA) ke Kalimantan Ferro Industry (KFI) dan PT Kobexindo Cement yang berada di Kalimantan Timur.

Komitmen memasok listrik dipastikan dengan ditandatanganinya Perjanjian Jual Beli Tenaga Listrik (PJBTL) antara PLN dan Kobexindo sebesar 50 MVA pada Oktober 2021, serta pada 31 Desember 2021 antara PLN dan KFI sebesar 800 MVA. PLN pun bergerak cepat agar penyediaan listrik untuk pelanggan tegangan tinggi ini bisa segera teraliri.

"PLN menyambut baik adanya permintaan kebutuhan tenaga listrik dengan kapasitas besar dari industri maupun bisnis, dan PLN memastikan siap untuk menyediakan kebutuhan listrik tersebut," ujar General Manager PLN Unit Induk Pembangunan Kalimantan Bagian Timur Muhammad Ramadhansyah.

Dia mengungkapkan untuk memasok listrik ke PT Kobexindo, PLN membangun transmisi Saluran Udara Tegangan Tinggi (SUTT) 150 kiloVolt (kV) Gardu Induk (GI) Maloy - Kobexindo dengan jumlah tower sebanyak 47 yang memiliki panjang keseluruhan jalur adalah sekitar 16,16 kilometer.

Adapun pembangunan SUTT 150kV GI Maloy-Kobexindo telah mengantongi Surat Kesesuaian Tata Ruang (SKTR) dari Dinas Pekerjaan Umum Penataan Ruang dan Perumahan Rakyat (DPUPR) Provinsi Kalimantan Timur. "Saat ini kami tengah mengurus perizinan lainnya yang berkaitan dengan pembangunan SUTT 150kV," ungkap dia.



Simak Video "Bambang Susantono Blak-blakan soal Saweran Bangun IKN"
[Gambas:Video 20detik]
(kil/zlf)