Evergrande Masih Belum Bisa Bayar Utang, Minta Tambahan Waktu ke Kreditur

Ignacio Geordi Oswaldo - detikFinance
Rabu, 26 Jan 2022 09:45 WIB
Evergrande
Evergrande/Foto: Dok. Istimewa
Jakarta -

Evergrande masih berusaha menenangkan para krediturnya yang mengancam akan mengambil tindakan hukum terhadap raksasa real estate China.

Evergrande meminta kepada para pemegang obligasi internasionalnya untuk memberikan lebih banyak waktu agar perusahaan dapat mengerjakan rencana restrukturisasi.

"Mengingat ukuran Evergrande, jumlah pemangku kepentingannya dan kompleksitas situasi, perusahaan akan membutuhkan lebih banyak waktu untuk sepenuhnya mempertimbangkan, mengevaluasi, dan menilai secara komprehensif solusi sebelum bertanggung jawab lebih jauh dalam negosiasi substantif dengan kreditur," jelas perusahaan dikutip dari CNN, Rabu (26/1/2022).

Dalam pernyataan terpisah pada hari Senin, Evergrande meminta kepada para krediturnya untuk menahan diri dengan tidak mengambil tindakan hukum yang agresif. Perusahaan mengatakan bahwa langkah-langkah seperti itu dapat mengakibatkan hasil yang buruk.

Ini merupakan yang kedua kalinya bagi Evergrande menenangkan kekhawatiran kreditur, yang pada Kamis lalu mengatakan mereka harus secara serius mempertimbangkan tindakan penegakan hukum karena perusahaan gagal tentang reorganisasi operasi.

Seperti diketahui, Evergrande masih terlilit utang lebih dari US$ 300 miliar atau sekitar Rp 4.290 triliun (kurs Rp 14.300). Jumlah utang tersebut termasuk US$ 19 miliar atau Rp 271,7 triliun obligasi luar negeri yang dipegang oleh manajer aset internasional dan bank swasta atas nama klien mereka.

Evergrande telah berjuang selama berbulan-bulan mengumpulkan uang untuk membayar utang. Bahkan Bos Evergrande Xu Jiayin dilaporkan telah menjual aset pribadi untuk menopang keuangan perusahaan.

Meski demikian waktu tampaknya hampir habis bagi perusahaan sejak bulan lalu ketika Fitch Ratings menyatakan bahwa Evergrande telah gagal membayar utangnya.

(ara/ara)