Terpopuler Sepekan

Nasib Terkini Desa Miliarder di Tuban yang Bikin Ngenes

Tim detikcom - detikFinance
Sabtu, 29 Jan 2022 08:00 WIB
Potret warga Desa Kranggan, Kecamatan Polanharjo, Klaten mulai membangun rumah usai menerima proyek ganti rugi Tol Yogya-Solo, Minggu (19/9/2021).
Foto: Achmad Syauqi/detikcom/Potret warga Klaten mulai membangun rumah usai terima ganti rugi tol
Jakarta -

Masih terekam jelas beberapa waktu lalu, Desa Tuban disebut-sebut sebagai Kampung Miliarder. Pasalnya, banyak warganya yang mendapat uang ganti rugi pembebasan lahan dari pertamina untuk proyek kilang hingga miliaran rupiah .

Namun kini kondisi mereka cukup memprihatinkan. Sebab musababnya, uang ganti rugi tersebut tidak digunakan seoptimal mungkin. Mereka bahkan sampai harus menjual ternak untuk bertahan hidup.

Total ada 27 warga yang tadinya hidupnya pas-pasan berbalik menjadi kaya mendadak dan dikenal miliarder. Dengan uang yang mencapai miliaran Rupiah, banyak warga desa yang memilih untuk membeli mobil mewah, dan merenovasi atau membangun sebuah rumah.

Sontak, warga kampung miliarder di Tuban ini sempat menjadi sorotan warganet. Setelah viral karena berbondong-bondong membeli mobil mewah, warga desa tersebut kembali viral karena banyak mobil mereka yang masuk bengkel karena rusak.

Menurut penjelasan dari Branch Manager Auto 2000 Tuban, Arie Soerjono kepada detikcom, Rabu (24/02/2021) silam, ada banyak faktor yang membuat belasan mobil tersebut mengalami kerusakan. Seperti kurang mahirnya para pemilik mobil dalam mengemudi dan sempitnya jalan di perkampungan, serta terganggu pagar rumah.

Selang setahun ternyata warga desa Tuban tersebut banyak yang jatuh miskin hingga menjual hewan ternaknya untuk bertahan hidup. Kini warga kampung miliader di Tuban dihantui rasa penyesalan.

Hal ini diketahui ketika warga enam desa ditemui detikcom, Senin (24/1/2022) saat unjuk rasa di depan kantor proyek GRR Tuban.

Mereka bercerita hanya menghabiskan tabungan karena tak ada pekerjaan lagi setelah tanah yang menjadi sumber penghasilan mereka dibeli PT Pertamina Rosneft Pengolahan dan Petrokimia (PRPP).

Mereka sebenarnya sempat dijanjikan pihak perusahaan akan diberikan pekerjaan, tetapi selama satu tahun lebih, janji itu tak kunjung didapatkan.

Kini, warga desa Tuban mulai resah karena ladang dan sawah yang selama ini menghidupi mereka sudah tidak ada lagi. Sehingga banyak warga yang mulai butuh pekerjaan.

"Ya ada yang sudah kerja saat dulu awal butuh security, tapi juga tak lebih dari 30 orang. Bahkan saat ini ada warga ring 1 yang sudahnyerahkan berkas lamaran tapi banyak yang dipersulit dengan aturan," kata Ketua Paguyuban Karang Taruna Ring 1 Proyek GRR, Ghoni.

(eds/eds)