ADVERTISEMENT

Dituding Dapat 'Rezeki' Proyek IKN, Adik Prabowo: Semua Kebetulan Saja

Anisa Indraini - detikFinance
Selasa, 08 Feb 2022 14:18 WIB
Hashim Djojohadikusumo saat hadir di acara Balk-blakan bersama detikcom.
Hashim Djojohadikusumo/Foto: Muhammad Ridho
Jakarta -

Pemilik Arsari Group, Hashim Djojohadikusumo membantah terkait tudingan dapat rezeki proyek karena punya lahan di ibu kota negara (IKN) baru, Kalimantan Timur. Semuanya disebut hanya kebetulan.

Adik Menteri Pertahanan Prabowo Subianto itu mengaku kecewa karena namanya disebut-sebut seolah pemindahan ibu kota baru di Kalimantan Timur bagian dari oligarki. Padahal kepemilikan lahan yang dimilikinya di sana sudah sejak 2007.

"Tidak ada geopolitik, tidak ada bagi-bagi proyek, saya sudah ada jauh sebelum ibu kota diumumkan. Secara kebetulan saja letaknya persis di sebelah hutan saya, lahan saya dan beberapa proyek saya," kata Hashim dalam konferensi pers virtual, Selasa (8/2/2022).

Hashim menjelaskan Arsari Group telah memiliki lahan di dekat Balikpapan sejak 2007 dan saat ini memiliki 173.000 hektare (ha). Proyek air bersihnya pun sudah ada sejak 2016 untuk memasok suplai kebutuhan ke kota-kota sekitar Kalimantan Timur seperti Balikpapan, Samarinda, Tenggarong dan Kota Bangun, serta Penajam hingga di kilang PT Pertamina (Persero).

"Saya bisa katakan bahwa itu adalah bohong (dapat rezeki proyek), ini kebohongan besar sekali juga merupakan fitnah menurut saya. Tidak ada geopolitik, itu proyek air bersih adalah semata-mata untuk melayani kebutuhan masyarakat Kalimantan Timur atas permintaan dari masyarakat Kalimantan Timur," bebernya.

Sampai saat ini disebut belum ada kontrak yang ditandatangani antara pihaknya dengan pemerintah terkait pembangunan ibu kota negara. Kalau pun ada, proyek itu adalah investasi swasta yang tidak bersinggungan dengan negara.

"Ini semua kebetulan saja, memang ini saya anggap suatu anugerah dari Tuhan, ini bukan rezeki, ini belum rezeki karena proyek air bersih ini bukan dari APBN. Proyek air bersih ini adalah investasi semata-mata investasi swasta senilai US$ 330 juta, mungkin lebih karena inflasi 5 tahun. Itu saya harus cari dari pasar modal dan yang saya mau sampaikan ini adalah investasi swasta semata-mata," bebernya.

Ada beberapa proyek di IKN. Cek di halaman berikutnya.

Simak Video: Hashim Ngaku Belum Ada Teken Kontrak Soal Proyek Air Bersih ke IKN

[Gambas:Video 20detik]

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT