Adik Prabowo Minat Pasok Air Bersih ke Ibu Kota Baru, tapi Tunggu Ini Dulu

Anisa Indraini - detikFinance
Selasa, 08 Feb 2022 15:55 WIB
Jakarta -

PT Arsari Tirta Pradana milik Hashim Djojohadikusumo siap memenuhi kebutuhan air bersih di ibu kota negara (IKN) baru di Kalimantan Timur. Adik Menteri Pertahanan Prabowo Subianto itu diminta pemerintah menunggu terbentuknya badan otorita.

"Sangat besar harapan dong (untuk tanda tangan kontrak proyek air bersih di ibu kota baru). Yang jelas harus ada kontrak dulu dengan pemerintah dan saya menunggu dibentuknya otorita agar nanti membentuk sejumlah BLU (Badan Layanan Umum) seperti di DKI Jakarta kan ada BLU dan kami menunggu itu, kami disuruh Pak Suharso (Menteri PPN/Kepala Bappenas) untuk menunggu terbentuknya ini dulu," kata Hashim dalam konferensi pers virtual, Selasa (8/2/2022).

Hashim menjelaskan saat ini belum ada kontrak yang ditandatangani antara pihaknya dengan pemerintah terkait proyek air bersih di ibu kota baru.

"Saya pikir akan ada 4-6 kontrak yang ditandatangani. (Sekarang) belum ada karena masih menunggu undangan untuk mulai negosiasi dan belum diputuskan," bebernya.

Saat ditanya kapan target penandatanganan kontrak untuk suplai air bersih ke ibu kota baru, sebagai pengusaha Hashim berharap ini bisa dilakukan secepatnya. Terlebih sejak 2016 pun pihaknya sudah memasok kebutuhan air bersih ke kota-kota di Kalimantan Timur seperti Balikpapan, Samarinda, Tenggarong, dan Kota Bangun, serta Penajam hingga di kilang PT Pertamina (Persero).

"Sebetulnya bisa juga ke Balikpapan tapi saya diminta untuk tunggu dulu oleh pemerintah dalam hal ini Bappenas, dia minta dulu prioritas untuk ibu kota baru. Tujuan saya tadinya untuk Balikpapan, Samarinda, bukan ibu kota karena bagi kita belum ada ibu kota," tuturnya.

Pihaknya belum bisa memperkirakan berapa keuntungan dari proyek air bersih di ibu kota baru. Yang pasti dia berjanji keuntungannya akan digunakan lebih banyak untuk program konservasi di Kalimantan Timur.

"Banyak dari keuntungan ini akan disumbangkan atau dimanfaatkan untuk konservasi seperti saat ini juga sudah banyak hal-hal terkait konservasi yang dilakukan dengan uang pribadi," tandasnya.

(aid/ara)