Softbank Batal Investasi di IKN, Masayoshi Son Tak Lagi Jadi Dewan Pengarah

ADVERTISEMENT

Softbank Batal Investasi di IKN, Masayoshi Son Tak Lagi Jadi Dewan Pengarah

Trio Hamdani - detikFinance
Selasa, 15 Mar 2022 16:36 WIB
Masayoshi Son
Masayoshi Son/Foto: Getty Images
Jakarta -

SoftBank Corp batal berinvestasi di Ibu Kota Negara (IKN) Nusantara di Kalimantan Timur (Kaltim). Founder dan CEO Softbank Masayoshi Son pun dipastikan tak lagi menjadi bagian di dewan pengarah pembangunan IKN.

Selain Masayoshi, dewan pengarah diisi oleh Putra Mahkota Abu Dhabi Sheiks Mohamed Bin Zayed (MBZ), dan Mantan Perdana Menteri Inggris periode 1997-2007 Tony Blair. Kini Masayoshi hengkang.

"(Posisi Masayoshi di dewan pengarah) nggak lagi," kata Menteri Koordinator Kemaritiman dan Investasi (Menkomarinves) Luhut Binsar Pandjaitan di Grand Hyatt, Jakarta, Selasa (15/3/2022).

Bos perusahaan Jepang itu menyatakan tidak akan berinvestasi dalam proyek IKN Nusantara. Pemerintah akan mencari pengganti Masayoshi di dewan pengarah pembangunan IKN.

"Lagi kita cari, (tergantung investornya?)
nggak juga, bisa juga bisa iya, bisa nggak," tambah Luhut.

Diberitakan sebelumnya, SoftBank Corp batal berinvestasi di IKN Nusantara. Perusahaan Jepang itu menyatakan tidak akan berinvestasi dalam proyek itu.

"Tetapi (SoftBank) terus berinvestasi di Indonesia melalui Vision Fund dan perusahaan portofolionya," kata juru bicara perusahaan dikutip dari Reuters, Jumat (11/3/2022).

Dalam sesi wawancara pada Rabu dikutip Bloomberg, Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan mengkonfirmasi kabar tersebut.

"Tidak ada lagi cerita tentang Masayoshi (CEO SoftBank), dia keluar," tutur Luhut. Sayangnya tidak dijelaskan alasan SoftBank mengurungkan niatnya investasi di ibu kota baru.

Pada Januari 2020, Luhut sempat mengatakan bahwa SoftBank telah menawarkan hingga US$ 40 miliar untuk mendanai proyek di ibu kota baru. Sementara pada saat itu SoftBank tidak mengungkapkan perkiraan investasi yang akan dikucurkan.

Luhut juga sempat mengatakan bahwa SoftBank telah berniat untuk investasi hingga US$ 100 miliar atau berkisar Rp 1.400 triliun. Dikatakan Luhut, Softbank ingin investasi di ibu kota baru.

"Dia desak saya terus, dia mau investasi hampir US$ 100 miliar. Ya menurut, saya too good to be true," ungkap Luhut dalam sambutannya dalam acara Peringatan Natal di Kemenko Kemaritiman dan Investasi, di Gedung BPPT, Jakarta Pusat, Selasa (7/1/2020).

Lihat Video: Jatam Kaltim Soroti Kemah Jokowi di IKN: Gimmick Elit!

[Gambas:Video 20detik]






Simak Video "Jokowi Sebut Januari Gedung Pemerintah di IKN Mulai Kelihatan"
[Gambas:Video 20detik]
(toy/zlf)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT