Bunga KPR Naik Terus, Orang AS Makin Berat Nyicil Rumah

Achmad Dwi Afriyadi - detikFinance
Jumat, 08 Apr 2022 10:01 WIB
A couple in their 50s moves in to their new home, unpacking boxes and enjoying the time together.  Could also depict moving out of a home.
Ilustrasi/Foto: Istock
Jakarta -

Suku bunga hipotek di Amerika Serikat (AS) terus meningkat. Di Indonesia, hipotek biasanya dikenal dengan kredit pemilikan rumah (KPR).

Tngkat hipotek naik lagi pekan ini berangsur mendekati 5%. Hipotek bunga tetap 30 tahun rata-rata 4,72% pada pekan ini. Angka ini mengalami kenaikan dibanding pekan sebelumnya 4,67%.

Kepala Ekonom Freddie Mac, Sam Khater mengatakan, kenaikan bunga ini salah satu yang tercepat. "Tingkat hipotek telah meningkat 1,5% poin selama tiga bulan terakhir saja, kenaikan tiga bulan tercepat sejak Mei 1994," katanya dikutip dari CNN, Jumat (8/4/2022).

"Kenaikan tingkat hipotek telah melunakkan aktivitas pembelian sehingga pembayaran bulanan bagi mereka yang ingin membeli rumah telah meningkat setidaknya 20% dari tahun lalu,"tambahnya.

Kenaikan suku bunga mengikuti lonjakan treasuri 10 tahun yang secara singkat melintasi level tertinggi dalam empat tahun. Itu terjadi karena investor mencerna komentar dari pejabat Federal Reserve bahwa inflasi berada di jalur yang agresif. Demikian disampaikan manajer riset ekonomi Realtor.com, George Ratiu.

"Intinya adalah bahwa tingkat hipotek berada di jalur untuk melampaui 5%, tingkat yang tidak terlihat sejak Februari 2011, ketika rumah biasa di AS dihargai hanya US$ 166.000 kurang dari setengah harga rumah biasa saat ini," katanya.

"Lonjakan tajam dalam tingkat hipotek sejak awal tahun mungkin menjadi titik balik bagi pasar perumahan," kata Ratiu.

(acd/ara)